Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Cari Mata-mata Amerika Pakai AI
    Insight News

    China Cari Mata-mata Amerika Pakai AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Desember 2023Updated:1 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – China menggunakan kemampuan Artificial Intelligence (AI) untuk melacak informasi negara lain. Termasuk terkait mata-mata Amerika Serikat (AS).

    Laporan ini berasal dalam sebuah pertemuan saat pandemi dengan kontraktor teknologi China. Hal tersebut diungkap dalam sebuah laporan The New York Times.

    Dilaporkan Ministry of State Security (MSS) meminta adanya program AI untuk menghasilkan informasi dan analisis pola perilaku orang-orang yang berada di kedutaan di wilayah Beijing, dikutip Japan Today, Jumat (29/12/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Program AI diminta dapat memberikan informasi dan database serta kamera untuk mengambil pelat nomor mobil, data ponsel, hingga kontak.

    Laporan yang sama mengatakan informasi yang dihasilkan AI akan membuat China bisa memilih target. Selain itu juga dapat menentukan jaringan dan kerentanan tiap targetnya.

    Permintaan itu dilakukan karena kamera yang ditempatkan pada wilayah kedutaan di Beijing tak cukup memenuhi kebutuhan. Kamera pengintai ditempatkan untuk melacak diplomat asing, perwira militer dan agen intelijen.

    Penggunaan AI jadi pengembangan cukup signifikan di badan intelijen China. MSS dulunya mendapatkan informasi dari gosip pesta makan malam kedutaan.

    Ini juga jadi ajang persaingan dengan badan intelijen AS, CIA. Namun, MSS bisa menggunakan teknologi baru seperti AI untuk menantang AS.

    Teknologi baru yang digunakan, disebut Japan Today, sebagai hadiah utama upaya yang dilakukan baik oleh China maupun AS.

    “Khususnya untuk China, mengeksploitasi teknologi atau rahasia dagang negara lain jadi jalan pintas yang didorong pemerintah, Direktur Program China di Stimson Center, Yun Sun.


    Artikel Selanjutnya


    Mantap! Ekonomi RI Diramal Tembus Rp 5.000 T Berkat AI


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.