Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Bikin Batu Bata dari Tanah Bulan, NASA Sudah Ketinggalan
    Insight News

    China Bikin Batu Bata dari Tanah Bulan, NASA Sudah Ketinggalan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 September 2024Updated:13 September 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – China akan mengirim sampel batu bata ke stasiun luar angkasanya dalam beberapa bulan mendatang.

    Batu bata tersebut akan diuji ketahanannya dalam kondisi ekstrem dan potensi penggunaannya untuk membangun pangkalan di Bulan.

    Menurut laporan dari media pemerintah China, CCTV, sampel batu bata yang terbuat dari berbagai komposisi dari tiruan tanah Bulan akan diluncurkan ke stasiun antariksa Tiangong dengan menaiki misi kargo Tianzhou 8.

    Batu bata tersebut akan menjalani uji paparan selama tiga tahun di antariksa yang akan dibombardir oleh sinar ultraviolet dan sinar kosmik serta mengalami berbagai perbedaan suhu.

    Tekanan akan menguji kekuatan dan ketahanan batu bata di lingkungan ekstrem, dan bagaimana bahan yang digunakan dalam pembuatan batu bata berperilaku dalam ruang hampa.

    Mengutip laman Space, Senin (9/9/2024), percobaan ini dirancang untuk memberikan wawasan mengenai komposisi dan metode pembuatan batu bata dari tanah bulan yang paling cocok untuk membangun struktur di Bulan.

    Salah satu metode untuk membuat batu bata ini yakni melibatkan pemanasan bahan tiruan hingga lebih dari 1.000 derajat Celsius menggunakan induksi elektromagnetik dalam tungku sintering. Proses ini menyatukan material menjadi struktur padat, menciptakan batu bata sepanjang 18 sentimeter hanya dalam 10 menit.

    Meluncurkan material ke Bulan sangat mahal, jadi menggunakan sumber daya bulan secara lokal dapat mengurangi biaya secara signifikan dan meningkatkan kemungkinan eksplorasi lainnnya. Ini dikenal sebagai metode in-situ resource utilization (ISRU) atau pemanfaatan sumber daya setempat.

    China berencana membangun pangkalan di Bulan dengan mitranya pada 2030 mendatang yang dikenal sebagai Stasiun Penelitian Bulan Internasional (ILRS).

    Sebagai persiapan, negara tersebut berencana menguji bata cetak 3D di bulan dengan wahana pendarat dan penjelajah kutub selatan bulan Chang’e 8. Misi tersebut diharapkan akan diluncurkan sekitar 2028.

    (fab/fab)

    Saksikan video di bawah ini:

    Video: Tesla Dipermalukan Dalam Pameran Robot China





    Next Article



    Viral Kabar Matahari Terbit dari Barat, NASA Buka Suara



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.