Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»China Bikin Amerika Ketakutan, Ternyata Penyebabnya Teknologi Ini
    Insight News

    China Bikin Amerika Ketakutan, Ternyata Penyebabnya Teknologi Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa18 Mei 2024Updated:18 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Amerika ketar-ketir kalau China melakukan penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Menanggapi hal ini, perwakilan Beijing menegur Washington atas pembatasan dan tekanan terhadap teknologi AI. Hal tersebut disampaikan sehari setelah pertemuan yang membahas soal teknologi tersebut di Jenewa, Swiss.

    Dikabarkan, dalam sebuah pertemuan tertutup dilakukan antara utusan tingkat tinggi AS-China. Pertemuan tersebut membahas tentang risiko-risiko AI dan cara untuk mengelolanya.

    Intinya dari pembicaraan tersebut, terjadi ketegangan antara Beijing dan Washington mengenai kemajuan teknologi yang sudah lama menjadi konflik dalam hubungan bilateral kedua negara.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Adrienne Watson mengungkap China dan Amerika Serikat bertukar perspektif mengenai pendekatan mereka terhadap keselamatan dan manajemen risiko AI dalam sebuah diskusi. Beijing mengatakan kedua pihak bertukar pandangan secara mendalam, profesional, dan konstruktif.

    Pembicaraan pertama AS-China mengenai AI adalah hasil pertemuan pada November lalu antara Presiden Joe Biden dan Xi Jinping di San Francisco.

    “Amerika Serikat menggarisbawahi pentingnya memastikan sistem AI aman, terlindungi, dan dapat dipercaya untuk mewujudkan manfaat AI, dan terus membangun konsensus global atas dasar hal tersebut,” kata Watson, dikutip dari APNews, Sabtu (18/5/2024).

    Watson menambahkan bahwa AS juga menyampaikan kekhawatiran atas penyalahgunaan AI, termasuk oleh China. Namun ia tidak merinci jenis penyalahgunaan atau pelaku lain di baliknya.

    Sementara itu, Beijing menyatakan sikap tegas terhadap pembatasan dan tekanan AS di bidang kecerdasan buatan terhadap negaranya, tulis pernyataan Departemen Urusan Amerika Utara dan Oseania Kementerian Luar Negeri China dalam sebuah unggahan di media sosial.

    Helen Toner, seorang analis di Pusat Keamanan dan Teknologi Berkembang di Georgetown, mengatakan bahwa keputusan sebenarnya mengenai keberhasilan perundingan ini adalah apakah hasil dari pertemuan tersebut dapat berlanjut di masa depan.

    Keberadaan AI sendiri telah memberikan dampak besar terhadap gaya hidup, pekerjaan, pertahanan nasional, budaya, politik, dan banyak lagi.

    Beberapa anggota parlemen AS telah menyuarakan kekhawatiran bahwa China dapat mendukung penggunaan deepfake yang dihasilkan oleh AI untuk menyebarkan disinformasi politik. Meskipun, China tidak seperti AS, yang telah memberlakukan serangkaian undang-undang baru yang melarang pemalsuan AI yang manipulatif.



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.