Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT Minggir, Mesin dari Otak Manusia Bakal Ubah Dunia
    Insight News

    ChatGPT Minggir, Mesin dari Otak Manusia Bakal Ubah Dunia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 Maret 2023Updated:6 Maret 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Secanggih-canggihnya teknologi kecerdasan buatan atau AI, kekuatan komputasinya masih kalah dibandingkan otak manusia.

    Untuk itu, para ilmuwan mengungkap langkah revolusioner demi mendorong industri komputasi ke depan, yakni dengan kecerdasan organoid (OI). Simpelnya, OI merupakan ‘otak’ manusia yang tumbuh di laboratorium, berfungsi sebagai perangkat keras biologis.

    “Bidang biokomputasi baru ini menjanjikan kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kecepatan komputasi, kekuatan pemrosesan, efisiensi data, dan kemampuan penyimpanan – semuanya dengan kebutuhan energi yang lebih rendah,” kata peneliti dalam sebuah artikel yang diterbitkan di Frontiers in Science.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Teknologi AI sendiri telah lama terinspirasi oleh otak manusia. Pendekatan yang dibuat terbukti berhasil, AI menawarkan pencapaian yang mengesankan. Mulai dari mendiagnosis kondisi medis hingga menulis puisi, seperti yang dilakukan chatbot ChatGPT. Namun, kemampuan pembelajarannya disebutkan belum bisa mengalahkan otak manusia.

    Apa Itu Kecerdasan Organoid (OI) yang Bakal Gantikan AI?

    “Kami menyebut bidang interdisipliner baru ini ‘kecerdasan organoid’ (OI),” kata Prof Thomas Hartung dari Universitas Johns Hopkins, dikutip dari Psypost, Senin (6/3/2023).

    Ia dan para komunitas ilmuwan telah berkumpul untuk mengembangkan teknologi OI, yang mereka yakini akan melahirkan era baru biokomputer yang cepat, kuat, dan efisien.

    Organoid otak adalah jenis kultur sel yang tumbuh di laboratorium. Meskipun organoid otak bukanlah ‘otak mini’, mereka berbagi aspek kunci dari fungsi dan struktur otak seperti neuron dan sel otak lainnya yang penting untuk fungsi kognitif seperti pembelajaran dan memori.

    Menurut para ilmuwan, sementara sebagian besar kultur sel berbentuk datar, organoid memiliki struktur tiga dimensi. Ini meningkatkan kepadatan sel kultur 1.000 kali lipat, artinya neuron dapat membentuk lebih banyak koneksi.

    “Sementara komputer berbasis silikon tentu lebih baik dengan angka, otak lebih baik dalam belajar,” jelas Hartung.

    “Misalnya, AlphaGo [AI yang mengalahkan pemain Go nomor satu dunia pada tahun 2017] dilatih berdasarkan data dari 160.000 game. Seseorang harus bermain lima jam sehari selama lebih dari 175 tahun untuk mengalami banyak permainan ini.” imbuhnya.

    Menurutnya otak tidak hanya pembelajar yang unggul, mereka juga lebih hemat energi. Misalnya, jumlah energi yang dihabiskan untuk melatih AlphaGo lebih dari yang dibutuhkan untuk menopang orang dewasa yang aktif selama satu dekade.

    Otak juga memiliki kapasitas yang luar biasa untuk menyimpan informasi, diperkirakan mencapai 2.500TB.

    “Kami mencapai batas fisik komputer silikon karena kami tidak dapat mengemas lebih banyak transistor ke dalam chip kecil,” tuturnya

    Secara paralel, penulis juga mengembangkan teknologi untuk berkomunikasi dengan organoid. Dengan kata lain, untuk mengirimkan informasi dan membacakan apa yang mereka ‘pikirkan’.

    Para penulis berencana untuk mengadaptasi alat dari berbagai disiplin ilmu, seperti bioteknologi dan pembelajaran mesin, serta merekayasa perangkat stimulasi dan perekam baru.



    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.