Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT Jadi Syarat Baru Kerja di Startup, Simak!
    Insight News

    ChatGPT Jadi Syarat Baru Kerja di Startup, Simak!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Maret 2023Updated:17 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Industri teknologi kini tengah bergulat dengan penerapan kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT. Teknologi ini digadang-gadang akan mempengaruhi pekerjaan di masa depan. 

    Salah satu perusahaan fintech asal Jepang kini mewajibkan karyawan baru untuk menggunakan teknologi tersebut dan bahkan mengujinya sebelum masuk perusahaan.

    LayerX Inc. yang berbasis di Tokyo, mengunggah iklan pekerjaan dengan mewajibkan calon karyawan diuji menggunakan chatbot dari OpenAI Inc. dan Notion AI.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Startup yang berfokus pada promosi digitalisasi transaksi bisnis tersebut yakin mengakui ChatGPT saat ini belum sempurna. Namun, ia tak mengelak bahwa penguasaan terhadap teknologi itu penting digenjot dari sekarang.

    “Kami menyadari bahwa ChatGPT tidak sempurna,” kata Takaya Ishiguro, kepala sumber daya manusia di LayerX, dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/3/2023).

    “Namun, terlalu takut untuk memanfaatkan teknologi baru juga berbahaya,” imbuhnya.

    Saat tes masuk, calon karyawan diminta memberikan petunjuk ke ChatGPT. Penilai akan meninjau apakah mereka memulai proses dengan benar. Kandidat juga diminta melakukan penelitian untuk mengidentifikasi keterbatasan teknologi.

    Di sisi lain, LayerX, startup yang baru menerima 5,5 miliar yen (Rp638 miliar) dalam putaran pendanaan Seri A mengatakan belum berharap banyak pada ChatGPT. Namun, startup tersebut berharap rekrutan baru mereka dapat meningkatkan produktivitas dengan teknologi termutakhir. 

    Salah satu bidang yang diharapkan dikuasai para pelamar kerja adalah menilai keakuratan ChatGPT. Kemampuan chatbot untuk memberikan jawaban dengan percaya diri bahkan ketika mereka salah juga membuat bisnis berpikir untuk mengkajinya lebih dalam.

    “Penting untuk menggunakan teknologi baru dengan cepat,” kata Ishiguro.

    Ia pun mencatat bahwa mereka ingin karyawannya mengenali dan menyesuaikan diri dengan teknologi baru seperti ChatGPT meskipun belum bisa diandalkan 100% sebagai penunjang kerja.

    “Saya pikir para kandidat tertinggal dari tren jika mereka belum mencobanya pada saat ini.” pungkasnya.

    Dilaporkan sebelumnya, bank Wall Street telah membatasi penggunaan AI seperti ChatGPT. Perusahaan besar Jepang seperti Softbank Group Corp, Mizuho Financial Group Inc., dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc melakukan hal serupa.



    Smart your life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.