Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT Bikin Banyak Pekerjaan Lenyap, CEO Buka Suara
    Insight News

    ChatGPT Bikin Banyak Pekerjaan Lenyap, CEO Buka Suara

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Mei 2023Updated:18 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Layanan chatbot AI seperti ChatGPT dikhawatirkan bakal membuat banyak pekerjaan punah. CEO OpenAI Sam Altman, perusahaan pencipta ChatGPT, akhirnya buka suara soal isu tersebut di hadapan senator AS awal pekan ini, Selasa (16/5).

    Altman secara khusus mengacu pada GPT-4, model AI canggih yang mendukung Microsoft Bing Chat dan versi berbayar dari ChatGPT.

    “Memang akan ada dampak bagi beberapa pekerjaan. Kami tak membantah soal ini,” katanya, dikutip dari Semafor, Rabu (17/5/2023)


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Kendati begitu, dia sesumbar ChatGPT juga akan menciptakan pekerjaan baru. 

    Sebagai informasi, Komite Kehakiman Senat AS mengadakan sidang khusus untuk membahas teknologi kecerdasan buatan (AI). Altman hadir sebagai saksi, untuk dimintai pendapat soal penggodokan aturan AI.

    Aturan tersebut dinilai penting karena AI berkembang pesat dan diramal bakal mengubah cara hidup manusia di masa depan.

    Selain itu, popularitas ChatGPT juga membuat banyak raksasa teknologi turut mengembangkan layanan AI serupa. 

    Altman pun setuju bahwa regulasi AI penting bagi industri. Dia merekomendasikan agar perusahaan yang mengembangkan AI mematuhi serangkaian persyaratan keamanan, lisensi, dan pengujian untuk pengembangan AI.

    Senator AS Pamer Pakai ChatGPT

    Di tengah persidangan tersebut, beberapa anggota Senat AS sempat memamerkan ‘pengetahuan’ mereka soal ChatGPT.

    Senator Richard Blumenthal, D-Conn., memulai pernyataan pembukaannya dengan membacakan sambutan yang ditulis oleh ChatGPT.

    Selain itu, Marsha Blackburn, R-Tenn. mengatakan dia bertanya kepada ChatGPT sebelum sidang apakah Kongres harus mengatur industri tersebut atau tidak.

    Sebelumnya, pemerintah China sudah lebih dulu meluncurkan rancangan kebijakan untuk pengembangan AI, lapor South China Morning Post.

    Pejabat China lebih menekankan pada risiko disinformasi yang dihasilkan AI dan disebarkan di media sosial.

    Pada bulan Februari lalu, pemerintah China memperingatkan masyarakat untuk waspada terhadap konten yang dihasilkan oleh ChatGPT.




    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.