Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»ChatGPT AI ‘Curi Segalanya’, Semua Hak Cipta Dilanggar
    Insight News

    ChatGPT AI ‘Curi Segalanya’, Semua Hak Cipta Dilanggar

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 September 2023Updated:28 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Miliarder pendiri konglomerasi media, Barry Diller, menilai teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT diatur ketat. Jika dibiarkan, segala macam karya manusia akan disedot habis dan digunakan tanpa izin.

    Barry Diller adalah taipan media yang merupakan pendiri jaringan televisi FOX dan salah satu anggota dewan komisaris Expedia, perusahaan penjualan tiket online dan pemegang saham Traveloka.

    Ia menilai hukum yang berlaku saat ini tidak melindungi kreator. Platform kecerdasan buatan (AI) serupa ChatGPT kini bisa dengan bebas menggunakan semua hasil karya seperti buku, rekaman, dan video untuk membangun kecerdasan si mesin.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Penggunaan yang pantas [fair use] harus didefinisikan ulang karena apa yang dilakukan [AI] adalah menyedot semua hal dan itu melanggar dasar dari hukum hak cipta. Apa yang ingin saya tekankan adalah, tidak ada fair use dalam hal AI,” katanya seperti dikutip CNBC International, Rabu (27/9/2023).

    Tidak hanya Diller yang waswas. Penulis terkenal seperti George R.R. Martin dan John Grisham bahkan menggugat OpenAI ke pengadilan dengan tuduhan pelanggaran hak cipta.

    Para penulis skenario Hollywood juga masih mogok kerja dan memfokuskan AI sebagai salah satu tuduhannya. Kabarnya, kini serikat penulis dan studio sudah mencapai kesepakatan. 

    Perusahaan media dan perusahaan teknologi AI, terutama perusahaan pembuat ChatGPT yang bernama OpenAI, berdebat soal penggunaan konten untuk “melatih” platform kecerdasan buatan generatif.

    Pihak yang kontra menilai, hukum di AS menetapkan batasan porsi dari karya intelektual yang bisa digunakan tanpa izin atau kompensasi. Teknologi AI generatif atau model bahasa yang digunakan oleh ChatGPT dan platform lainnya menggunakan “seluruh konten” sebagai basis pengetahuan mereka. Karena itu, ChatGPT dinilai melanggar hukum.

    Diller mengatakan ia dan CEO OpenAI kerap berdebat soal isu hak cipta ini. Seperti Diller, Altman juga menempati posisi di dewan komisaris Expedia.

    “Sam percaya ‘fair use’ mengizinkannya untuk mengambil semua hasil karya yang sudah dipublikasikan. Buat saya, itu tidak benar.”


    Artikel Selanjutnya


    Isi Sumpah Microsoft-Google-Meta di Depan Joe Biden soal AI

    (dem/dem)


    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.