Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cerita Mantan Polisi Raup Rp 185 Miliar dari Mesin ATM
    Insight News

    Cerita Mantan Polisi Raup Rp 185 Miliar dari Mesin ATM

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Januari 2024Updated:10 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Seorang mantan polisi untung besar dari investasinya di mesin ATM. Dia berhasil meraup senilai US$12 juta atau sekitar Rp 185 miliar.

    Paul Alex (35 tahun) seorang mantan polisi yang pernah ditugaskan di Satuan Tugas Narkotika dan Unit Korban Khusus. Pada 2020, dia mengantongi gaji US$133 ribu (Rp 2,5 miliar) per tahun dan bonus serta benefit lainnya mencapai US$272 ribu (RP 4,2 miliar).

    Namun gaji besar itu tak sebanding dengan keseimbangan hidupnya. Dia harus bekerja 60-100 per jam setiap minggu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Akhirnya dia memutuskan untuk berhenti mengambil lembur dengan konsekuensi pendapatannya berkurang. Untuk keluar dari jebakan gaji bulanan, dia berencana melakukan investasi pada aset bergerak.

    Alex ingin berinvestasi pada properti. Namun modalnya cukup besar dan akhirnya dia beralih untuk berinvestasi pada mesin ATM.

    Ide tersebut didapatkan dari rekan kerjanya dan akhirnya dia mendalaminya melalui grup media sosial, menonton video di Youtube serta membaca berbagai bahan soal bisnis ATM. Alex tertarik karena modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar.

    Modal investasinya kurang dari US$3.000 (Rp 46 juta). Risikonya juga relatif minim, misalnya saat ATM di suatu tempat tak menguntungkan dapat dipindahkan ke tempat yang lebih strategis.

    Untuk memulai bisnis ini, Alex juga harus mencari lokasi yang strategis. Pada 2018, dia cuti selama dua minggu mencari tempat yang ramai dan menyasar tempat turis serta lokasi yang dipadati banyak orang seperti klub malam serta restoran.

    Setidaknya ada lebih dari 20 lokasi yang dia cek. Dia menghubungi banyak pelaku bisnis kecil agar bisa menempatkan mesin ATM tanpa biaya tambahan.

    “Ketika pertama kali memulai bisnis ini, saya banyak mendapat penolakan. Sangat sulit bagi saya untuk bekerja [sebagai polisi] ketika harus berpikir keras soal bisnis sampingan ini,” ia menceritakan.

    Awalnya Alex hanya ingin membuka tiga titik mesin saja. Akhirnya dia membuka di enam lokasi mesin ATM, tiga di toko minuman keras, dua di salon potong rambut, dan satu di salon kecantikan di San Fransisco.

    Pendapatan dari investasi mesin ATM itu sangat besar. Tiga tahun setelah membuka ATM pertamanya, dia memutuskan mengundurkan diri dari polisi pada Maret 2021.

    Setidaknya selama dua tahun lebih, Januari 2021 hingga April 2023, Alex mendapatkan pendapatan Rp 185 miliar. Profit bersih dari ATM Together miliknya mencapai US$2,5 juta (Rp 38,6 miliar).



    Artikel Selanjutnya


    Pandu Sjahrir Ungkap The Next Decacorn Tanah Air, Siapa Itu?

    (npb)


    High Technology Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.