Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cara Mematikan Efek Avatar yang Bikin TV Mahal Jadi Murahan
    Insight News

    Cara Mematikan Efek Avatar yang Bikin TV Mahal Jadi Murahan

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Januari 2023Updated:4 Januari 2023Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Penantian 13 tahun akhirnya terbayar, film Avatar: The Way of the Water kini sedang memenuhi layar bioskop dunia.Film ini unik karena menerapkan teknologi high frame rate (HFR). Namun, banyak penonton yang merasa teknologi HFR membuat visual film tersebut tampak seperti video game, bahkan sinetron jaman dulu.

    Teknologi HFR menerapkan rasio gambar 48 fps, atau ada 48 gambar di dalam setiap detik putaran film. Normalnya, film diproduksi dengan rasio 24 fps.

    Avatar: The Way of the Water sebetulnya tersedia di banyak format, termasuk 2D 48 fps, 3D 48 fps, dan standar 24 fps. Versi 48 fps hanya menggunakan teknologi HFR untuk adegan aksi, kemudian diputar dalam format 24 fps untuk adegan yang sarat dialog.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Film lain yang menggunakan HFR adalah trilogi The Hobbit garapan Peter Jackson yang dirilis pada 2012. Menurut Engadget, HFR paling pas digunakan untuk format 3D untuk menghindari potensi sakit mata hingga mual yang disebabkan oleh “lompatan” gambar dalam bentuk 3D.

    Di sisi lain, teknologi 24 fps lebih nyaman untuk format 2D karena memberikan kesan yang lebih “natural”. Alasannya, penonton lebih terbiasa menonton film dalam format ini.

    Banyak penonton yang tidak menikmati teknologi HFR karena efek visual yang dihasilkan mirip dengan video game atau acara televisi “murahan” dari jaman dulu yang diproduksi menggunakan kamera digital. Karena itu juga, efek HFR sering disebut sebagai efek opera sabun.

    Adapun, di video game, HFR digunakan untuk menunjang dinamisme permainan. Bahkan, mayoritas video game saat ini diproduksi di kecepatan 60 fps.

    Format serupa juga sudah menjadi fitur bawaan di televisi LED yang mampu menghasilkan gambar definisi tinggi. Sebagian orang menyukai fitur ini karena menghasilkan warna dan kontras yang lebih tajam serta menghilangkan “baur”.

    Selain, lebih nyaman untuk para pemain gim video, fitur ini juga pas digunakan untuk menonton pertandingan olah raga secara langsung. Namun, banyak juga yang tidak nyaman menonton film kesayangannya ditampilkan seperti “sinetron”.

    Cara mematikan efek Avatar

    Setiap merek televisi menggunakan “brand” yang berbeda untuk fitur HFR. Jika tidak suka dengan fitur “efek opera sabun” yang biasanya menjadi setelan bawaan ini, berikut cara mematikannya:

    LG menamakan fitur ini TrueMotion. Pengguna bisa mematikannya di bagian “setelan gambar”, “setelan mode gambar”, “opsi gambar”.

    Sony menamakan fitur ini Motionflow. Pengguna bisa mematikannya di bagian “pengaturan gambar” atau “pengaturan lanjut”.

    Samsung menamakan fitur ini Auto Motion Plus. Pengguna bisa mematikannya di “opsi gambar”.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Mark Zuckerberg Pamer Kaki, Penonton Bersorak

    (tib)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.