Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cara Biden Bikin Rusia Menderita Usai Putin Serang Ukraina
    Insight News

    Cara Biden Bikin Rusia Menderita Usai Putin Serang Ukraina

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Februari 2022Updated:26 Februari 2022Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemerintah Joe Biden memastikan tak berdiam diri setelah Rusia melancarkan serangan ke Ukraina. Amerika Serikat (AS) mengumumkan memberikan sanksi pada Rusia pada hari Kamis (24/2/2022) setempat.

    AS mengumumkan membatasi ekspor ke Rusia. Ini terdiri dari serangkaian produk buatan AS dan produksi asing yang dibangun dengan teknologi AS. Reuters merangkum arah kebijakan itu dari enam pakar hukum perdagangan AS. Berikut pengaruh aturan baru tersebut, dikutip Jumat (25/2/2022):

    Daftar Teknologi yang Dilarang

    Saat ini perusahaan AS akan dilarang menjual perangkat dari komputer, sensor, laser, alat navigasi, peralatan komunikasi, aerospace dan kelautan. Pemerintah akan menolak hampir seluruh permintaan.

    “Kami mengharapkan sesuatu yang besar dan ini pasti besar,” kata Ama Adams, mitra di firma Ropes & Gray.

    Aturan tersebut juga memaksa perusahaan pembuat produk teknologi asing dengan alat AS untuk memiliki lisensi dari negara tersebut sebelum dikirim ke Rusia.

    Perusahaan Paling Terdampak

    Pakar hukum mengatakan kemungkinan banyak perusahaan yang memilih menangguhkan seluruh penjualan ke Rusia. Dan Goren, mitra di firma hukum Wiggin and Dana, mengatakan klien yang membuat peralatan elektronik telah menahan pengiriman ke Rusia pada Kamis lalu.

    Dampak teknologi paling parah ke Rusia bisa datang dari pembatasan barang asing. Misalnya Asosiasi Industri Semikonduktor (SIA) mewakili pembuat chip AS mengatakan Rusia bukanlah konsumen langsung yang signifikan.

    Namun banyak produk buatan Asia dan ditunjukkan untuk Rusia, termasuk chip dibuat dengan peralatan AS. Selain AS, ada lebih dari dua lusin anggota Uni Eropa, Inggris, Kanada, Jepang, Australia dan Selandia Baru yang memberlakukan pembatasan ekspor serupa.

    Dampak Untuk Rusia

    Dengan pembatasan ini akan membekukan teknologi Rusia. “Anda tidak akan bisa memasukkan teknologi baru ke nagara ini,” kata Emily Kilcrease selaku rekan senior di Center for a New American Security dan mantan wakil asisten Perwakilan Dagang AS.

    Namun nampaknya dampak aturan itu tidak akan terasa secara instan. William Reinsch, pakar perdagangan di Center for Strategic and International Studies mengatakan eskalasinya akan berjalan dengan lambat.

    “Akhirnya mereka akan terluka, namun tidak dalam beberapa bulan. Ini bukan pukulan langsung ke tubuh,” ungkapnya yang juga merupakan mantan pejabat ekspor Departemen Perdagangan.

    Teknologi yang Tidak Masuk Dalam Pembatasan

    Ponsel masih diperbolehkan dikirimkan ke Rusia asal tidak pada pegawai pemerintah atau afiliasi tertentu negara tersebut.  Selain itu teknologi enkripsi manusia juga masih diperbolehkan. Menurut seorang pengacara ini menjadi tanda AS dan sekutu tidak ingin mengganggu pengunjuk rasa serta media.

    Namun bukan tidak mungkin AS akan memperluas sanksi ke lebih banyak produk lain di masa depan.

    Aturan itu mengikutsertakan sejumlah negara dunia. Namun Korea Selatan tak masuk dalam daftar, yang menurut Kilcrease bantuan negara itu akan penting untuk memblokir akses Rusia.

    Perusahaan Paling Untung dari Aturan Pembatasan

    Perusahaan teknologi China mungkin akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Barat dengan aturan baru itu, ungkap Kilcrease dan ahli hukum lain. Namun menurut pejabat senior AS, China tidak bisa memasok kebutuhan militer penting Rusia. Khususnya kebutuhan chip.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.