Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Canggih! Avatar Bikin Teknologi Jepang Seolah Terbelakang
    Insight News

    Canggih! Avatar Bikin Teknologi Jepang Seolah Terbelakang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Desember 2022Updated:25 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pemutaran film Avatar: The Way of Water sempat membuat Jepang kelimpungan. Banyak bioskop di Jepang melaporkan permasalahan teknis saat memutarkan film yang disutradarai oleh James Cameron itu.

    Menurut laporan Bloomberg, salah satu bioskop di Jepang sampai harus menurunkan kecepatan putar (frame rate) Avatar yang khusus dibuat di 48 fps ke putaran standar 24 fps.

    Hal ini berimbas pada calon penonton yang gagal menonton di banyak bioskop, sehingga uangnya dikembalikan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Beberapa jaringan bioskop di Jepang juga melaporkan permasalahan, termasuk United Cinemas Co., Toho Col, dan Tokyu Corp. Namun, perwakilan jaringan tersebut menolak menjelaskan permasalahan yang mereka hadapi.

    Kemungkinan mereka menghadapi masalah yang serupa, yaitu dukungan atas teknologi high frame rate (HFR) 48 fps. Fitur tersebut membutuhkan proyektor lebih baru atau modifikasi proyektor yang lebih lama.

    Meskipun biasanya bioskop sudah diberitahu tentang format film yang didistribusikan dan bisa memutarnya dengan lancar, HFR sangat jarang digunakan sehingga punya potensi kesalahan lebih besar.

    Avatar: The Way of the Water sebetulnya tersedia di banyak format, termasuk 2D 48 fps, 3D 48 fps, dan standar 24 fps. Versi 48 fps hanya menggunakan teknologi HFR untuk adegan aksi, kemudian diputar dalam format 24 fps untuk adegan yang sarat dialog.

    Menurut Engadget, HFR paling pas digunakan untuk format 3D untuk menghindari potensi sakit mata hingga mual.

    Di sisi lain, teknologi 24 fps lebih nyaman untuk format 2D karena memberikan kesan yang lebih natural, tidak warna yang terlalu kontras yang biasa disebut efek opera sabun yang juga disamakan seperti menonton video game.

    Sementara, meski membuat kelimpungan bioskop Negeri Sakura, film Avatar: The Way of Water dilaporkan gagal memuncaki daftar film terlaris di Jepang pada pekan perilisannya. Ini kalah dari The First Slam Dunk, film anime bertema basket SMA.

    [Dexpert.co.id]

    (tfa/dhf)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.