Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cak Imin Ajak Tobat Ekologis, 15.000 Ilmuwan Sepakat Kiamat Kian Dekat
    Insight News

    Cak Imin Ajak Tobat Ekologis, 15.000 Ilmuwan Sepakat Kiamat Kian Dekat

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 Januari 2024Updated:21 Januari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Muhaimin Iskandar mengajak para capres dan cawapres serta masyarakat di seluruh Indonesia untuk “tobat ekologis.” Ketakutan Cak Imin soal kondisi Bumi sudah berulang kali disuarakan oleh ilmuwan dari seluruh dunia.

    Cak Imin menyatakan dirinya dan Anies Baswedan mengajak Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka, Ganjar Pranowo, dan Mahfud MD untuk sama-sama bertobat ekologis. Tujuannya untuk memperbaiki kondisi Bumi.

    “Saya hanya ingatkan Pak Prabowo, Pak Gibran, Pak Mahfud, Pak Ganjar, saya sama Mas Anies, untuk sama-sama tobat ekologis memperbaiki ke depan supaya lebih baik lagi,” katanya dalam debat cawapres pada Minggu (21/1/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut Cak Imin, tobat ekologis sangat penting karena bencana ekologis sekarang terjadi di mana-mana. Korbannya, adalah rakyat kecil seperti petani yang gagal panen karena kondisi iklim.

    “Bencana ekologis di mana-mana. Saya tidak salahkan siapa pun. Ini sebuah fakta yang harus diantisipasi bahwa kita sedang mengalami ancaman alam dan krisis iklim yang mengerikan. Panas global yang masuk, pada bagian mengakibatkan petani gagal tanam gagal panen,” katanya.

    Imbauan Cak Imin soal bencana ekologis sudah sering disuarakan oleh para ilmuwan.

    Sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal BioScience dan telah ditandatangani bersama oleh lebih dari 15.000 ilmuwan di 161 negara. Belasan ribu ilmuwan tersebut memperingatkan bahwa kehidupan di Bumi sedang terancam dan bergerak makin cepat menuju ‘kiamat’.

    “Selama beberapa dekade, para ilmuwan secara konsisten memperingatkan masa depan yang ditandai dengan kondisi iklim ekstrem karena meningkatnya suhu global yang disebabkan oleh aktivitas manusia yang melepaskan gas rumah kaca berbahaya ke atmosfer,” tulis makalah tersebut, dikutip dari Futurism, Minggu (21/1/2024.

    “Sayang, waktunya sudah habis,” imbuh penelitian tersebut.

    Seperti banyak ilmuwan sebelumnya, 12 penulis studi dan ribuan penandatangan studi tersebut tidak hanya menunjuk pada industri bahan bakar fosil yang sangat berpolusi. Tetapi juga perwakilan pemerintah yang mensubsidi mereka sebagai salah satu akar penyebab efek bola salju iklim ini.

    Menurut makalah tersebut, antara tahun 2021 dan 2022, subsidi bahan bakar fosil meningkat dua kali lipat dari US$531 miliar menjadi lebih dari US$1 triliun. Perlu dicatat bahwa jumlah tersebut hanya terjadi di Amerika Serikat, belum negara yang lain.

    Peneliti mengatakan, beralih dari bahan bakar fosil, serta memerangi konsumsi berlebihan oleh orang-orang kaya adalah hal yang harus dilakukan.

    Dua hal pertama itu perlu dilakukan untuk mencegah bencana lebih lanjut sebelum abad ke-21 berakhir pada 2100 mendatang atau 77 tahun lagi.



    Artikel Selanjutnya


    Ahli Temukan Dunia Lain di Bawah Antartika Usia 14 Juta Tahun

    (dem/dem)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.