Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cahaya Biru HP Disebut Bahaya, Ternyata Ini Faktanya
    Insight News

    Cahaya Biru HP Disebut Bahaya, Ternyata Ini Faktanya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa24 Juni 2024Updated:24 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Bahaya HP bukan hanya soal ancaman kecanduan media sosial. Dampak lainnya yang sering disebut adalah blue light atau cahaya biru pada ponsel.

    Sebenarnya blue light bukanlah cahaya yang kita dapatkan hanya dari layar ponsel saja. Sebagian besar paparan terjadi berasal dari Matahari, dan layar perangkat hanya memberikan dampak kecil saja.

    Sudah banyak penelitian soal cahaya biru dan dampaknya pada mata. Salah satunya berasal dari penelitian di Universitas Toledo tahun 2018 dengan judul Blue Light causes Blindness atau cahaya biru menyebabkan kebutaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Begitu juga salah satu penelitian dari The Guardian mengenai percepatan kebutaan karena cahaya biru dari ponsel. Namun IFL Science mengatakan tidak semua klaim itu benar.

    Misalnya, penelitian yang meneliti paparan cahaya biru selama dua jam. Penelitian itu mengklaim DNA mengalami kerusakan parah dan menyebabkan kematian.

    Namun, penelitian tersebut dilakukan pada tikus. Jadi hasilnya belum tentu bisa diterapkan pada manusia, dikutip Senin (24/6/2024).

    Sementara itu dalam penelitian Cochrane pada 2023 meninjau soal 17 uji klinis terkait lensa pemfilteran cahaya biru dan non biru pada mata. Hasilnya lensa untuk filter cahaya biru tidak mengurangi gejala mata tegang saat penggunaan komputer dibandingkan dengan non-cahaya biru.

    Sementara itu American Academy of Ophtalmology mengatakan ketegangan mata karena menggunakan perangkat digital disebabkan karena mata yang kurang berkedip, bukan karena paparan cahaya biru.

    Isu lain soal cahaya biru adalah mempengaruhi tidur. IFL Science menuliskan setengah dari 36 penelitian yang ditinjau menemukan efek lelah dan efektivitas tidur berkurang karena paparan cahaya biru.

    Namun penelitian tersebut mengesampingkan banyak hal seperti waktu yang dibutuhkan hingga tertidur, kualitas tidur dan durasi tidur.

    Selain itu ada juga penelitian akhir tahun lalu terkait dampak paparan dari berbagai cahaya yakni biru redup, kuning dan putih. Hasilnya tidak ada perbedaan untuk memengaruhi kantuk, tidur ataupun ritme siklus tidur dan bangun.



    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.