Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Cacat, 100 Satelit Starlink Mau Dibuang Jatuh ke Bumi
    Insight News

    Cacat, 100 Satelit Starlink Mau Dibuang Jatuh ke Bumi

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2024Updated:15 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – SpaceX mengumumkan rencana “pensiun dini” 100 satelit mereka. Alasannya, 100 satelit tersebut memiliki cacat yang bisa menimbulkan masalah lebih besar di masa depan.

    Starlink adalah perusahaan internet satelit milik SpaceX, perusahaan teknologi perjalanan luar angkasa yang didirikan dan dipimpin oleh Elon Musk.

    Dalam pengumumannya, Starlink menyatakan bahwa mereka mengidentifikasi permasalahan serupa di sekelompok satelit komunikasi generasi pertama mereka yang bisa “meningkatkan probabilitas kegagalan.”


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Tech Crunch memperkirakan permasalahan yang ditemukan SpaceX terkait potensi satelit “lepas kendali.” Saat ini, sekitar 17 satelit Starlink ada di status “tak bisa digerakkan.” 

    Satelit yang dilepas dari orbit biasanya berujung menjadi sampah antariksa. Satelit Starlink ditempatkan di orbit bumi rendah (low earth orbit). Jika lepas dari orbit, satelit di orbit bumi rendah akan terbakar habis hanya dalam beberapa tahun oleh atmosfer Bumi. Satelit di orbit yang lebih tinggi, baru terbakar dalam ratusan tahun.

    Keputusan Starlink menyetop operasi 100 satelit  lebih awal bisa memicu kembali kritik kepada sistem mega-konstelasi satelit, yang dinilai membuat sampah antariksa makin bertumpuk.

    Oleh karena itu, Starlink mengambil langkah untuk memastikan satelit mereka tidak “mengapung” di orbit. Satelit yang berhenti digunakan akan digerakkan oleh Spacex secara perlahan ke luar dari orbit. Satelit tersebut akan dipindahkan secara bertahap “dalam beberapa pekan dan bulan ke depan.” 

    Namun, satelit bukan pesawat, sehingga hanya bisa bergerak bebas. SpaceX akan “menyenggol” satelit ke arah Bumi sampai objek luar angkasa tersebut mulai meluncur bebas jatuh ke atmosfer.

    Proses yang diberi nama de-orbit ini membutuhkan waktu sekitar 6 bulan. Dalam proses ini, SpaceX juga akan memastikan “pergerakan tidak akan menyenggol satelit lain.”

    Kemudian, 100 satelit tersebut akan meluncur jatuh ke arah Bumi satu per satu, bukan bersamaan.

    Pengguna Starlink juga dipastikan tidak akan terganggu. Kini, ada 6.000 satelit Starlink yang menunjang layanan internet penggunanya di Bumi. Layanan internet Starlink selama ini masih lancar meskipun sekitar 406 satelit telah “ditendang” keluar orbit.




    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.