Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bye Joe Biden, Hacker China Ternyata Pilih Serang Jepang
    Insight News

    Bye Joe Biden, Hacker China Ternyata Pilih Serang Jepang

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Agustus 2023Updated:8 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kelompok peretas (hacker) China memiliki akses mendalam ke jaringan pertahanan Jepang. Setidaknya begitu menurut laporan yang dirilis Washington Post.

    Lembaga Keamanan Nasional (NSA) Amerika Serikat (AS) disebut mengetahui insiden peretasan tersebut sejak akhir 2020. Kala itu, Kepala NSA untuk Keamanan Siber, Jenderal Paul Nakasone, langsung berangkat ke Jepang untuk mengabarkan informasi tersebut.

    Ia datang bersama Penasihat Deputi Keamanan Nasional Gedung Putih, Matthew Pottinger, dalam kunjungan tersebut, dikutip dari Engadget, Selasa (8/8/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski informasi ini sudah sampai ke telingan Perdana Menteri (PM) Jepang, namun peretasan dari China masih berlangsung hingga beberapa bulan setelahnya.

    Insiden peretasan nasional China ke Jepang ini sejak akhir pemerintahan Donald Trump hingga awal 2021. Kabarnya, tim siber AS sempat menawarkan bantuan ke pemerintah Jepang untuk membasmi malware yang tersebar di jaringan mereka.

    Namun, tawaran itu ditolak lantaran Jepang tak nyaman jika ada negara lain yang bisa mengakses sistem militernya. Jepang lantas memilih bantuan dari firma keamanan komersil lokal, untuk mencari kelemahan pada sistem jaringannya.

    Jepang hanya meminta bantuan dalam bentuk panduan atas masalah yang ditemukan oleh firma setempat. Agaknya, Jepang memetik pelajaran penting dari insiden ini.

    Tahun lalu, dalam laporan Nikkei Asia, Jepang berencana merekrut 4.000 personil militer untuk unit pertahanan keamanan siber.



    Artikel Selanjutnya


    Makin Tegang, Hacker China Lempar ‘Bom’ ke Markas Militer AS

    (fab/fab)


    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.