Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bumi Hujan Amaterasu, Ahli Bintang Bingung Dari Mana Asalnya
    Insight News

    Bumi Hujan Amaterasu, Ahli Bintang Bingung Dari Mana Asalnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa8 Desember 2023Updated:8 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Partikel bernama Amaterasu terdeteksi menghujani Bumi. Namun benda dari luar angkasa itu malah bikin ahli bintang bingung dari mana asalnya.

    Pasalnya Amaterasu datang dari ruang kosong Local Void yang berbatasan langsung dengan galaksi Bima Sakti.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Diketahui bahwa Amaterasu merupakan salah satu sinar kosmis dengan energi tinggi yang pernah terdeteksi.

    “Menelusuri lintasannya hingga ke sumbernya dan tidak ada energi yang cukup tinggi untuk menghasilkannya. Itu misterinya, apa yang sebenarnya terjadi?,” kata salah satu penulis dari Universitas Utah, John Matthews, dikutip dari The Guardian, Jumat (8/12/2023).

    Soal lintasan dari tempat yang kosong, para peneliti berpendapat kemungkinan menunjukkan defleksi magnet yang jauh lebih besar, sumber tak dikenal di Local Void, atau pemahaman yang tidak lengkap mengenai fisika partikel berenergi tinggi.

    Partikel Amaterasu sendiri memiliki energi lebih dari 240 exa-electron vold (Eev). Totalnya lebih banyak dibandingkan partikel terkuat yang pernah dibuat di Large Hadron Collider.

    Energi itu, The Guardian mencatat sama seperti energi bola golf yang melaju dengan kecepatan 95 mph. Amaterasu berada di urutan kedua setelah partikel Oh-My-God dengan kekuatan mencapai 320 Eev.

    Matthews bahkan mengatakan tidak ada yang bisa mengalahkan energi dari partikel itu. “Anda perlu energi dalam jumlah besar, medan magnet sangat tinggi agar bisa membatasi partikel saat dipercepat,” ucapnya.

    Tingginya energi partikel ini bahkan sempat membuat profesor Osaka Metropolitan University di Jepang, Toshihiro Fujii berpikir ada kesalahan. Karena belum pernah menemukan energi sebesar itu.

    “Saat pertama kali menemukan sinar kosmik berenergi sangat tinggi, saya pikir pasti ada kesalahan. Karena menunjukkan tingkat energi yang belum pernah terjadi sebelumnya selama tiga dekade.” kata dia menjelaskan.



    Artikel Selanjutnya


    Amerika Mau Luncurkan Nuklir ke Luar Angkasa

    (fab/fab)


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.