Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bumi Dapat Sinyal dari Masa Lalu, Asalnya Ujung Antariksa
    Insight News

    Bumi Dapat Sinyal dari Masa Lalu, Asalnya Ujung Antariksa

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa27 Januari 2023Updated:27 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sinyal dari ujung antariksa berhasil ditangkap oleh teleskop radio di Bumi. Sinyal tersebut menangkap gambaran paling awal di sejarah alam semesta, yang diperkirakan berusia 13,8 miliar tahun.

    Sinyal itu berasal dari cahaya dari atom hidrogen dari jarak yang jauh dan ditangkap Giant Metrewave Radio Telescope (GMRT) di India. Teleskop menangkap sinyal dari masa lalu, yaitu jarak antara saat cahaya dipancarkan dan terdeteksi di Bumi, mencapai 8,8 miliar tahun.

    Jarak tersebut melebihi rekor sebelumnya yang ‘hanya’ mencapai 4,4 miliar tahun. Sementara itu, Science Alert menuliskan panjang gelombang cahaya dari atom hidrogen yang ditemukan baru-baru ini adalah 21 centimeter.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Setiap galaksi memancarkan jenis sinyal radio yang unik,” kata kosmolog Arnab Chakraborty dari Universitas McGill Kanada, dikutip dari Science Alert, Jumat (27/1/2023).

    “Sampai sekarang kita hanya bisa menangkap sinyal tertentu dari galaksi terdekat. Ini membatasi pengetahuan manusia hanya soal galaksi teredekat dengan Bumi”.

    Tim peneliti menggunakan lensa gravitasi untuk melakukan pendeteksian sinyal. Ternyata berasal dari galaksi pembentuk bintang bernama SDSSJ0826+5630.

    Sebagai informasi, gravitational lensing atau lensa gravitasi merupakan tempat cahaya yang diperbesar saat mengikuti ruang melengkung. Ruang itu mengelilingi objek besar antara teleskop dengan sumber aslinya.

    Astrofisikawan Nirupam Roy menjelaskan dalam beberapa kasus, sinyal bisa dibelokkan akibat adanya objek yang lebih besar lagi. Salah satu contohnya adalah galaksi lain.

    “Dalam kasus khusus ini, sinyalnya dibelokkan oleh kehadiran benda masif lain, galaksi lain, antara target dan pengamat.” jelasnya. “Ini adalah hasil dari pembesaran signal dalam faktor 30, sehingga teleskop bisa menangkapnya.”

    Hasil dari studi ini memberikan astronom harapan untuk mengulang pengamatan serupa di masa depan, yaitu jarak dan “pandangan ke masa lalu” yang sebelumnya di luar batas. 

    Atom hidrogen dibentuk saat gas panas yang terionisasi dari galaksi terdekat “jatuh” menuju galaksi, dan mendingin. Akhirnya, berubah menjadi molekul hidrogen, kemudian berubah menjadi bintang.

    Kemampuan untuk melihat ke masa lalu bisa memberikan informasi ke manusia tentang cara galaksi terbentuk dan “perilaku” antariksa pada saat kelahirannya.

    Penemuan terbaru ini dinilai astronom bakal “membuka kemungkinan untuk menyelidiki evolusi kosmis gas dengan teleskop frekuensi rendah pada waktu dekat.”

    [Dexpert.co.id]



    Artikel Selanjutnya


    Ngeri, Lubang Hitam ‘Tetangga’ Bumi Bisa Telan 10 Matahari

    (dem)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.