Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bumi Alami Hari Terpendek, Bisa Jadi Bencana Besar?
    Insight News

    Bumi Alami Hari Terpendek, Bisa Jadi Bencana Besar?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 Agustus 2022Updated:5 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bumi baru saja mengalami hari terpendeknya tahun ini. Mungkin nampak hanya perbedaan kecil. Namun, beberapa pihak memperingatkan bisa memiliki efek bencana jika terus memasukkan detik kabisat saat kecepatan rotasi Bumi berubah.

    Hari terpendek itu terjadi pada 29 Juni 2022 lalu. Saat itu, hari berakhir lebih cepat selama 1,59 milidetik.

    Namun bukan kali ini saja rotasi Bumi lebih cepat. Pada 2020, planet ini mengalami 28 hri terpendeknya dalam 50 tahun terakhir.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Meski ada hari yang disebut lebih pendek, menurut sebagian besar orang rotasi Bumi sebenarnya melambat. Para ilmuwan mencatat dulunya Bumi berputar kurang dari 19 jam pada 1,4 miliar tahun lalu terus berubah.

    Karena perbedaan ini, Telecommunication Union mulai menambahkan detik kabisat sesekali pada bulan Juni atau Desember. Detik kabisat terbaru ditambahkan pada 2016. Untuk memperhitungkannya, para astronom menghentikan jam selama satu detik jadi Bumi bisa mengejar ketertinggalan.

    Namun gagasan detik kabisat itu bisa menjadi masalah. Nampaknya juga bukan solusi layak yang bisa digunakan menghadapi hari-hari pendek di Bumi.

    Salah satu yang tidak setuju dengan menggunakan gagasan detik kabisat adalah Meta, raksasa jejaring sosial. Perusahaan itu percaya detik kabisat berbahaya daripada kebaikan.

    Menurut Meta, detik kabisat bisa berdampak serius pada sistem yang mengandalkan timer dan jam. Sebab industri IT mengandalkan waktu atom internasional atau Universal Time untuk pengaturan waktu, dikutip BGR, Jumat (5/8/2022).

    Menurut Meta, setiap detik kabisat yang ditambahkan menjadi “sumber utama penderitaan untuk orang-orang yang mengelola infrastruktur perangkat keras”. Dengan mempercepat atau memperlambat jam bisa menyebabkan adanya tambahan masalah.

    [Dexpert.co.id]

    (npb)


    High Technology Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.