Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti Twitter Ditinggalkan Pengiklan Saat Elon Musk Masuk
    Insight News

    Bukti Twitter Ditinggalkan Pengiklan Saat Elon Musk Masuk

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Januari 2023Updated:21 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Banyak pengiklan akhirnya memotong pengeluaran perusahaannya untuk Twitter. Ini terjadi setelah miliarder dan pengusaha Elon Musk resmi membeli raksasa media sosial tersebut pada Oktober 2022 lalu.

    Pathmatics memperkirakan 14 dari 30 pengiklan teratas Twitter menghentikan semua iklannya setelah transaksi pembelian saham Twitter oleh Elon Musk tersebut. Sementara itu, 4 pengiklan memangkas pengeluarannya di kisaran 92% hingga 98,7% dari minggu sebelum akuisisi hingga akhir tahun lalu, dikutip dari Reuters, Jumat (20/1/2023).

    Dalam laporan yang sama, belanja iklan 30 perusahaan teratas turun 42% secara keseluruhan. Angkanya menjadi US$53,8 juta untuk bulan November dan Desember, meski ada peningkatan belanja pada enam perusahaan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pathmatics mencatat, ada kemungkinan pengeluaran lebih tinggi pada beberapa merek. Ini terjadi apabila Twitter menawarkan insentif pada mereka.

    Reuters menuliskan pihak Twitter tidak menanggapi sejumlah permintaan komentar.

    Sebelumnya pada November lalu, Musk memahami soal penarikan diri para pengiklan dari Twitter. Dia paham jika pengiklan “ingin memberikannya waktu sebentar”.

    “Cara terbaik untuk melihat bagaimana hal-hal berkembang [di Twitter] hanya dengan menggunakan Twitter,” ucapnya saat itu.

    Sementara itu, The Information, yang mengutip laporan rapat staf Twitter pada Rabu kemarin, melaporkan pendapatan Q4 Twitter ambles 35% secara tahunan (year-on-year). Penyebabnya, tidak lain adalah karena ada penurunan pada iklan dalam platform.

    Menurut Pathmatics, masalah ini akan berlanjut pada tahun 2023 menyusul mundurnya merek konsumen teratas.

    Twitter juga tak tinggal diam ditinggal para iklan. Perusahaan memperkenalkan sejumlah inisiatif untuk mengembalikan mereka ke dalam platform.

    Salah satunya adalah penawaran sejumlah iklan gratis. Selain itu Twitter juga mencabut larangan iklan politik dan memberikan lebih banyak kontrol perusahaan pada posisi iklannya.

    “Itu benar-benar insentif yang luar biasa. Sejujurnya, saya belum pernah melihat insentif semacam itu dari pengiklan manapun,” kata pemilik biro iklan Hite Digital Miami, Molly Lopez.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Momen Unik Elon Musk Tenteng Wastafel ke Markas Twitter

    (npb/wia)


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.