Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti Nyata Xi Jinping Menang, Joe Biden Gagal Total
    Insight News

    Bukti Nyata Xi Jinping Menang, Joe Biden Gagal Total

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa29 Desember 2023Updated:29 Desember 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Pendapatan Huawei melonjak selama 2023 ditopang oleh penjualan HP. Kesuksesan Huawei seakan menjadi bukti kegagalan aksi pemerintah Joe Biden memblokir akses China ke teknologi canggih milik perusahaan Amerika Serikat.

    Huawei mencatatkan keuntungan besar selama 2023. Diperkirakan pendapatan raksasa teknologi China itu mencapai lebih dari 700 miliar yuan atau Rp 1.530 triliun.

    Perkiraan itu dilaporkan oleh Reuters yang mengutip pesan internal dari komisaris Huawei, Ken Hu. Dengan pendapatan tersebut, Huawei mengantongi pertumbuhan 9% dari 642,3 miliar yuan (Rp 1.400 triliun) per tahun lalu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ken Hu mengatakan Huawei telah melewati badai. Sekarang perusahaan mendapatkan berkah usai masalah besar yang menghalanginya.

    Bisnis Huawei diketahui porak poranda usai masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat (AS) tahun 2019. Sanksi itu membuat perusahaan hanya memiliki akses terbatas pada teknologi global dan pada akhirnya melumpuhkan sejumlah lini bisnisnya.

    “Terima kasih kepada mitra-mitra kami di seluruh rantai pasok yang mendukung kami dalam menghadapi suka maupun duka. Dan saya juga ingin berterima kasih pada anggota tim Huawei yang berjuang keras dan tidak pernah menyerah,” ungkapnya, dikutip dari Reuters, Jumat (29/12/2023).

    “Setelah bekerja keras selama bertahun-tahun, kami berhasil melewati badai. Sekarang kami sudah kembali ke jalur yang benar,” kata Ken Hu menambahkan.

    Dalam perkiraan kinerja tahun ini, Ken Hu mengatakan segmen bisnis perangkat termasuk smartphone yang memiliki kinerja lebih baik. Nampaknya ini dikarenakan kehadiran Mate 60 pada Agustus lalu.

    Mate 60 hadir secara mengejutkan dan menjadi pertanda kembalinya Huawei ke pasar smartphone setelah sanksi oleh pemerintah AS yang kini dipimpin oleh Presiden Joe Biden. HP itu dilaporkan ditenagai chipset canggih yang dikembangkan oleh perusahaan China.

    Kabarnya, pengembangan chip canggih tersebut didukung penuh oleh pemerintah China dan Presiden Xi Jinping.

    Pada Oktober ini, pengiriman ponsel Huawei melonjak 83% dari tahun ke tahun. Counterpoint melaporkan capaian itu mendorong pertumbuhan pasar China sebesar 11%.

    Tahun depan Huawei juga akan berfokus pada bisnis perangkat. Namun perusahaan mengakui akan menghadapi tantangan lain di masa depan.

    “Ketidakpastian geopolitik dan ekonomi melimpah, dan pembatasan teknologi serta hambatan perdagangan terus berdampak pada dunia,” ucap Ken Hu.



    Artikel Selanjutnya


    Joe Biden Blokir Chip China, Xi Jinping Beraksi


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.