Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti Dinosaurus Cacingan Ditemukan Peneliti di Dekat RI
    Insight News

    Bukti Dinosaurus Cacingan Ditemukan Peneliti di Dekat RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 April 2024Updated:1 April 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Peneliti menemukan fosil cacing pita di sebuah batu yang digali di sebuah wilayah di Myanmar. Penemuan ini membuktikan bahwa infeksi cacing atau “cacingan” juga diderita oleh makhluk hidup purba seperti dinosaurus.

    Fosil tentakel cacing pita tersebut diperkirakan berusia 99 juta tahun yaitu di pertengahan periode zaman kapur atau Cretaceous.

    Cacing pita (Cestoda) hidup hampir di semua jenis ekosistem mulai dari laut, air tawar, hingga daratan. Namun, fosil cacing pita jarang ditemukan terawetkan dalam bentuk fosil di bebatuan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Fosil cacing pita sangat sulit ditemukan karena jaringannya yang lunak dan habitat mereka yaitu parasit di hewan lain. Ini membuat kita kesulitan memahami evolusi awal mereka. Kini kami bisa melaporkan fosil tubuh cacing pipih yang pertama,” kata Bo Wang, pemimpin penelitian penemu fosil di Myanmar, seperti dikutip oleh IFLScience.

    Parasit purba ditemukan Bo Wang dan timnya di batu amber di wilayah bagian utara Myanmar. Bentuk fosil tersebut menyerupai cacing pita yang hidup di periode saat ini dan menginfeksi ikan seperti hiu atau pari.

    Peneliti memperkirakan cacing pita yang terjebak di fosil yang lokasinya jauh dari laut tersebut berasal dari elasmobranch (subkelas yang di dalamnya termasuk ikan hiu dan ikan pari) yang terdampar di pantai. Ikan yang terdampar kemudian dimakan oleh predator darat, misalnya dinosaurus, kemudian sisanya berserakan jauh dari laut.

    “Penelitian kami menggambarkan bagaimana batu amber punya potensi untuk mengawetkan detail kehidupan jauh dari masa lalu. Studi ini menggarisbawahi pentingnya riset soal batu amber dalam paleontologi,” kata Bo Wang.



    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.