Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti Baru Kiamat Dokter Makin Nyata Gara-Gara AI
    Insight News

    Bukti Baru Kiamat Dokter Makin Nyata Gara-Gara AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Agustus 2023Updated:2 Agustus 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Startup teknologi kesehatan asal Inggris, Twinn Health, meluncurkan platform kecerdasan buatan (AI) yang dapat menganalisa pemindaian MRI untuk mendeteksi penyakit lebih awal.

    Twinn Health mendapat suntikan dana $500 juta dari modal ventura asal Arab Saudi, Aramco. Startup tersebut memiliki ambisi untuk membuat umur manusia lebih panjang dengan melakukan upaya preventif.

    Teknologi MRI sendiri telah lama digunakan dalam industri kesehatan. Namun, AI dibutuhkan untuk meneliti lebih dalam soal hasil analisa MRI.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Biasanya, saat Anda melakukan MRI, hasilnya hanya untuk satu diagnosis,” kata Pendiri dan CEO Twinn Health Wareed Alenaini, dalam sebuah wawancara dengan Longetivy Technology, dikutip dari Decrypt, Selasa (1/8/02023).

    “Misalnya, Anda melakukan MRI, dokter melihat batu ginjal dan menulis laporan. Kemudian, hasil MRI diarsipkan dan tak diperiksa lagi,” Alenaini menambahkan.

    Menurut dia, di situlah peran Twinn. AI digunakan untuk menggali informasi tambahan dari hasil MRI yang mungkin terlewatkan oleh dokter.

    “Atau, mungkin bukan fokus utama dokter,” kata dia. 

    Fokus utama Twinn adalah pada penyakit metabolik seperti trifecta diabetes, tekanan darah tinggi, dan obesitas. Karena kondisi ini meningkatkan kerentanan pasien terhadap masalah kesehatan yang parah seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

    “Kami menggunakan teknologi AI untuk mencegah penyakit kronis dengan mendeteksi skala risiko,” kata Alenaini.

    Uji coba awal menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan tingkat akurasi 95% pada tahun 2021. Menurut Alenaini, model AI yang dipatenkan Twinn dapat meramalkan disfungsi metabolisme hingga setengah dekade sebelumnya.

    (fab/fab)


    Hitech for better life Insight for you
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.