Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukti AS Butuh China, Joe Biden Jangan Asal Blokir
    Insight News

    Bukti AS Butuh China, Joe Biden Jangan Asal Blokir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa3 Mei 2024Updated:3 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Saham raksasa chip mobile asal Amerika Serikat (AS), Qualcomm, melejit 10% pada perdagangan Kamis (2/5) waktu setempat. Hal tersebut menyusul laporan dari Qualcomm yang mengindikasikan pasar HP berbasis AI akan makin ramai tahun ini.

    Saham Qualcomm saat ini berada di angka US$ 180,10 per lembar. Angka itu naik hampir 60% secara tahun-ke-tahun (yoy).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Qualcomm mengatakan pemesanan dari pabrikan HP China melonjak 40% pada paruh pertama tahun fiskal perusahaan. Hal ini membuktikan raksasa teknologi AS membutuhkan industri China untuk menopang bisnisnya.

    “Vendor China yang biasanya mengandalkan MediaTek, kini mulai melirik chip premium dari Qualcomm karena mereka ingin menggenjot perkembangan AI,” kata analis IDC, Nabila Popal, dikutip dari Reuters, Jumat (3/5/2024).

    “Hal ini menjadi angin segar bagi Qualcomm setelah anjlok selama dua tahun belakangan. Pertumbuhan Qualcomm sangat tergantung pada pabrikan HP China,” ia menambahkan.

    Penjualan Qualcomm yang di atas ekspektasi pasar juga disebabkan segmen Internet of Things (IoT) yang makin meluas.

    Di tengah laporan tersebut, hubungan geopolitik China dan AS sejatinya tidak sedang baik-baik saja. Kedua negara berlomba-lomba mendominasi pasar AI dan saling blokir teknologi satu sama lain.

    AS gencar memblokir akses China terhadap teknologi chip dan mesin chip canggih. Namun, hal ini dikhawatirkan justru jadi senjata makan tuan bagi AS.

    Sebab, China perlahan sudah mengembangkan kemandiriannya untuk menciptakan chip premium di dalam negeri. Di lain sisi, AS sejatinya membutuhkan klien-klien besar dari China untuk pertumbuhan bisnis teknologi di negaranya.



    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.