Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Xiaomi, Oppo & Vivo, Ini Raja Smartphone Sebenarnya
    Insight News

    Bukan Xiaomi, Oppo & Vivo, Ini Raja Smartphone Sebenarnya

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa23 November 2021Updated:23 November 2021Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta – Samsung berhasil menjadi raja smartphone global pada kuartal III-2021 dari sisi penjualan (sales). Raksasa Korea Selatan itu berhasil menjungkalkan perusahaan China yakni Xiaomi, Oppo, dan Vivo.

    Dalam laporan Gartner, Samsung berhasil menjual 69 juta unit pada kuartal III-2021 dengan market share (pangsa pasar) 20,2%. Di lima besar, hanya Samsung yang bisa mengumpulkan masker share lebih dari 20%.

    Sementara itu di urutan kedua ada Apple yang baru saja meluncurkan iPhone 13. Perusahaan berhasil menjual 48,4 juta unit dengan pangsa pasar 14,2%. Xiaomi berada di belakangnya dengan 44,4 juta unit dan 13% market share.

    Sementara Vivo dan Oppo masing-masing menjual 36 juta dan 33,6 juta unit. Vivo memiliki market share 10,5% dan 9,8% untuk Oppo. Selain lima vendor itu, perusahaan-perusahaan lainnya yang masuk dalam kategori Others menjual dengan jumlah 110,7 juta dan market share 32,3%.

    Gartner mencatat hanya Samsung yang mengalami penurunan penjualan smartphone jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Kuartal III-2020, Samsung menjual 80,8 juta unit smartphone berbanding dengan kuartal III-2021 sebanyak 69 juta unit.

    Market share Samsung juga menurun dari 22,1% menjadi 20,2%. Hanya Samsung yang mengalami penurunan. Sementara empat perusahaan lain mengalami kenaikan penjualan.

    Gartner melaporkan penjualan ponsel ke end user pada kuartal tiga menurun 6,8% dibandingkan dalam periode yang sama tahun lalu. Kekurangan komponen menjadi alasan utama penurunan tersebut.

    Sebab ini berdampak pada jadwal produksi. Serta menyebabkan persediaan menjadi lebih rendah dan ketersediaan produk tertunda, yang akhirnya berdampak ke penjualan ke pengguna akhir.

    “Meskipun permintaan konsumen yang kuat, penjualan smartphone menurun karena peluncuran yang tertunda, jadwal pengiriman yang lebih lama dan persediaan tidak mencukupi di kanal tersebut,” ungkap direktur riset senior Gartner, Anshul Gupta, dikutip dari laman resmi perusahaan, Selasa (23/11/2021).

    “Keterbatasan pasokan berdampak pada jadwal produksi smartphone dasar dan utilitas lebih dari smartphone premium”.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/roy)



    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.