Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Untung, Microsoft Malah Boncos Caplok Raksasa Game
    Insight News

    Bukan Untung, Microsoft Malah Boncos Caplok Raksasa Game

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa14 Juni 2023Updated:15 Juni 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pengadilan federal telah mengeluarkan perintah penangguhan yang akan mencegah Microsoft menutup kesepakatan senilai US$68,7 miliar untuk mengakuisisi raksasa game, Activision Blizzard.

    Komisi Perdagangan Federal (FTC) mengajukan pengaduan awal pekan ini untuk mendapatkan perintah penahanan tersebut. Akibatnya, Microsoft dan Activision Blizzard tidak dapat menyelesaikan akuisisi hingga setelah pukul 23:59 waktu setempat pada hari kerja kelima setelah tanggal yang ditetapkan oleh pengadilan.

    Pengadilan juga telah mengadakan sidang pembuktian atas perintah pendahuluan untuk tanggal 22 dan 23 Juni. Jadi, sangat tidak mungkin Microsoft dan Activision Blizzard menutup transaksi dalam waktu dekat.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menanggapi hal ini, Microsoft mengimbau agar proses hukum yang berlangsung dipercepat. Pasalnya, ini akan berdampak buruk bagi pasar game.

    “Mempercepat proses hukum di AS pada akhirnya akan membawa lebih banyak pilihan dan persaingan ke pasar game,” kata juru bicara Microsoft David Cuddy dalam sebuah pernyataan, dikutip The Verge, Rabu (14/6/2023)

    “Perintah penahanan sementara masuk akal sampai kami dapat menerima keputusan dari pengadilan, yang bergerak cepat,” ia menambahkan.

    Microsoft dan Activision Blizzard mengumumkan akuisisi yang direncanakan pada Januari 2022 lalu. Namun pada bulan-bulan berikutnya, perusahaan malah mendapat pengawasan peraturan yang sangat ketat.

    Meskipun regulator Uni Eropa menyetujui kesepakatan tersebut pada bulan Mei, regulator Inggris memblokir kesepakatan pada bulan April. Selanjutnya, FTC menggugat pada bulan Desember dalam upaya lain untuk memblokir kesepakatan tersebut.

    Secara teknis, kesepakatan itu seharusnya ditutup sebelum 18 Juli. Jika kesepakatan tidak dinegosiasikan ulang untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut, Microsoft diwajibkan untuk membayar biaya perpisahan sebesar US$3 miliar kepada Activision Blizzard.

    Sebagai informasi, FTC mencoba menghalangi akuisisi Microsoft ke Activision Blizzard karena dinilai menyalahi etika persaingan sehat di industri game. Activision Blizzard adalah raksasa video game dengan portofolio populer seperti Candy Crush, Crash Bandicoot, World of Warcraft, Pet Rescue, dll. 

    FTC memang kerap menghalangi proses akuisisi perusahaan jika dinilai akan membahayakan kompetisi pasar. Sebelumnya,FTC di bawah pemerintahanBiden juga telah memblokir merger antara Nvidia dan SoftBank, serta Lockheed Martin dan Aerojet Rocketdyne.



    Artikel Selanjutnya


    Microsoft PHK 11.000 Karyawan, Usai Berikan Cuti Tanpa Batas

    (fab/fab)


    Innovation Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.