Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan TikTok, Ini Aplikasi China yang Bikin Dunia Kacau
    Insight News

    Bukan TikTok, Ini Aplikasi China yang Bikin Dunia Kacau

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Mei 2024Updated:20 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ternyata ada aplikasi asal China yang bisa membuat dunia masuk ke era misinformasi secara masif. Bukan TikTok, namun sebuah aplikasi pengeditan video bernama CapCut.

    Padahal, selama ini TikTok menghadapi kecaman dari pemerintah Amerika Serikat (AS) karena dituduh membahayakan keamanan nasional. Sementara itu, CapCut sendiri merupakan platform pengeditan di bawah TikTok yang sama-sama dinaungi ByteDance dari China.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut laporan Microsoft, CapCut mampu membuat video dengan informasi sesat yang dihasilkan berkat bantuan sistem kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). 

    Salah satunya digunakan pemerintah China untuk menargetkan pemilu Taiwan. Mereka menggunakan konten disinformasi seperti pembawa berita palsu atau presenter TV.

    Salah satu klip video yang dikutip Microsoft memperlihatkan pembawa acara itu mengklaim kandidat Lai Ching-te memiliki sejumlah anak yang berasal dari luar nikah.

    Manajer umum pusat analisis ancaman Microsoft, Clint Watts menjelaskan soal penggunaan berita sintetik oleh pemerintah China di pasar media lokal. Kemungkinan China menyempurnakan format itu.

    CapCut sebagai platform pihak ketiga memiliki format template pembawa berita. Watts juga mengatakan China ingin memasukkan AI dalam sistem yang dibangun.

    “Orang China berfokus dalam memasukkan AI pada sistem, propaganda dan disinformasi, mereka bergerak dengan cepat. Mencoba semua hal,” kata Watts, dikutip dari The Guardian, Senin (20/5/2024).

    Sementara klip lain memperlihatkan presenter dan influencer yang seakan berbicara langsung ke kamera. Video lain memperlihatkan AI membuat presenter berambut pirang dan menuding AS serta India menjual senjata pada Myanmar.

    Nampaknya aturan negara itu mewajibkan menambahkan watermark pada konten yang dihasilkan AI juga tak akan efektif. Asisten professor dari Universitas George Washington, Jeffrey Ding mempertanyakan cara penegakan atura jika video yang dimaksud terkaiut dengan propaganda negara.



    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.