Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Inspiring You»Bukan Susu UHT, Ternyata Ini Penyebab Diabetes Anak Menurut IDAI
    Inspiring You

    Bukan Susu UHT, Ternyata Ini Penyebab Diabetes Anak Menurut IDAI

    Fitriana HermanBy Fitriana Herman5 Agustus 2024Updated:5 Agustus 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, Dexpert.co.id – Meningkatnya kasus diabetes di kalangan anak membuat banyak orang tua khawatir. Sejumlah orang mengaitkan kenaikan kasus diabetes anak dengan konsumsi susu UHT. Seperti apa fakta medisnya?

    Mengutip detikcom, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) pun meluruskan kutipan viral yang mengaitkan diabetes dan gagal ginjal pada anak dengan konsumsi susu UHT. Piprim menegaskan bahwa penyebab meningkatnya diabetes tipe 2 bukan susu UHT, melainkan gaya hidup yang tidak sehat.

    “Padahal yang dimaksud adalah Diabetes tipe 2 yang mulai banyak terjadi pada anak remaja disebabkan gaya hidup yang tidak sehat termasuk pola makan yang banyak asupan ultra processed food (UPF), tinggi gula, dan zat tambahan lainnya,” tegas dr Piprim dalam klarifikasi yang disampaikan di akun Instagram, Senin (5/8).

    Lalu, pola makan seperti apa yang dianjurkan untuk anak agar terhindari dari risiko diabates?

    “Perbanyak real food seperti ikan, unggas, daging, dan telur. Susu jangan dianggap superfood, sehingga ada yang memberi anaknya susu 8-10 botol sehari, batasi aja 200 ml sehari,” lanjutnya.

    Sebelumnya, IDAI memang sempat menyinggung kenaikan kasus diabetes serta gagal ginjal pada anak. Salah satu penyebab kenaikan angka ini, menurut dia, yakni karena deteksi penyakit yang semakin bagus, terutama untuk diabetes tipe 1. 

    “Kalau tipe 2 (meningkat) karena lifestyle. Tidak dipungkiri sekarang ini kejadian obesitas meningkat pada anak-anak. Sekitar 80 persen anak diabetes itu disertai obesitas,” sambungnya.

    Usia anak yang terkena diabetes

    IDAI mencatat pasien diabetes anak umumnya berusia 10-14 tahun. Jumlahnya, sekitar 46 persen dari total angka yang dilaporkan. Sementara anak usia 5-9 persen ditemukan berkontribusi terhadap 31,5 persen dari keseluruhan kasus.

    Sebagai salah satu masalah kesehatan berbahaya dan banyak ditemukan di tengah masyarakat, diabetes harus mendapatkan penanganan sedini mungkin untuk menghindari berbagai efek yang lebih buruk di kemudian hari.

    Gejala diabetes pada anak

    Tanda dan gejala diabetes tipe 1 pada anak biasanya berkembang dengan cepat, berikut di antaranya:

    • Meningkatnya rasa haus
    • Sering buang air kecil, mungkin mengompol pada anak yang terlatih menggunakan toilet
    • Rasa lapar yang ekstrim
    • Penurunan berat badan yang tidak disengaja
    • Kelelahan
    • Iritabilitas atau perubahan perilaku
    • Nafas berbau buah

    (hsy/hsy)

    Saksikan video di bawah ini:

    Inovasi Unik Brand Perawatan Tubuh Berebut Pasar RI




    Next Article



    12 Tanda-Tanda Tubuh Overdosis Gula, Jangan Diabaikan!



    Innovation Never Give Up
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Fitriana Herman

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Jangan Sampai Hambat Anak Jadi Sukses, Orang Tua Haram Lakukan Ini

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.