Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan RI, Dua Negara Ini Hoki Pabrik Chip Minggat dari China
    Insight News

    Bukan RI, Dua Negara Ini Hoki Pabrik Chip Minggat dari China

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Desember 2022Updated:13 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, CNBC Indonesia – Kebijakan Amerika Serikat memaksa produsen semikonduktor mencari lokasi alternatif untuk merakit chip rancangan mereka. Relokasi ini menguntungkan dua negara tetangga China, yaitu India dan Vietnam.

    Selama ini, perusahaan produsen chip memilih China karena keunggulan kompetitif negara tersebut dalam perakitan semikonduktor. Namun risiko geopolitik, kenaikan upah, dan gangguan rantai pasok akibat Covid-19 membuat mereka mencari lokasi lain.

    Dorongan untuk membangun pabrik di negara lain makin kuat karena pabrik yang mereka bangun tidak bisa dengan mudah dipindahkan. Alasannya, depresiasi peralatan perakit chip adalah biaya paling tinggi dalam industri semikonduktor.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Karena itu, produsen chip mencari lokasi yang berdekatan dengan China dan dinilai netral dalam konflik negara tersebut dengan Amerika Serikat.

    Jan Nicholas dari Deloitte menilai Asia Tenggara adalah lokasi yang paling pas bagi produsen chip yang mencari pabrik alternatif.

    “Saat mereka mengambil keputusan investasi yang sangat besar, yang pabriknya berusia sangat panjang. Mereka cenderung mencoba sejauh mungkin dari situasi berisiko. Makin banyak ketidakpastian, makin cepat perusahaan tersebut kabur ke tempat yang lebih pasti,” kata Nicholas dikutip dari CNBC International, Selasa (13/12/2022).

    Asia Tenggara lebih atraktif karena negara industri yang lebih maju seperti Korea Selatan dan Taiwan dinilai tidak netral dalam konflik antara China dan Amerika Serikat.

    “Negara seperti Vietnam, India, dan Singapura memosisikan diri mereka sebaga jalan ketiga, jembatan netral antara dua raksasa,” kata Sarah Kreps dari Cornell University.

    Vietnam

    Vietnam muncul sebagai lokasi produksi alternatif karena negara tersebut telah menginvestasikan miliaran dolar untuk pusat riset dan pengembangan.

    Samsung dikabarkan berkomitment berinvestasi US$ 3,3 miliar di Vietnam dengan rencana mulai memproduksi komponen chip pada Juli 2023.

    “Negara-negara yang memiliki fasilitas perakitan di China, seperti Samsung, bisa menanamkan modal di lokasi alternatif tanpa menimbulkan permasalahan politis,” kata Kreps.

    2. India

    India juga muncul sebagai lokasi produksi chip karena kekuatan sumber daya manusia di bidang mikroprosesor, subsistem memori, dan desain chip analog.

    Tenaga kerja ahli di India melimpah dengan tingkat upah yang lebih rendah. Namun, kemampuan manufaktur India masih kurang menarik.

    “Meskipun India telah mencoba membangun unit fabrikasi di masa lalu, berbagai masalah masih menjadi tantangan, termasuk modal awal yang sangat besar untuk membuka pabrik.”

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Ada ‘Kiamat Chip’, Produsen Untung Rp 100 T

    (dem)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.