Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan PHK, Ini 3 Paradoks yang Membayangi Startup RI di 2023
    Insight News

    Bukan PHK, Ini 3 Paradoks yang Membayangi Startup RI di 2023

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa11 Januari 2023Updated:11 Januari 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Indonesia termasuk negara di dunia yang berada di dalam badai PHK startup. Namun di balik semua banyak masalah itu, Indonesia disebut memiliki tiga paradoks.

    “Dari sisi negara, Indonesia itu well position. Marketnya besar, potensi digital besar. Menurut saya sedang terjadi market paradoks di Indonesia. Ada tiga paradoks menurut observasi saya,” kata Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca dalam Profit CNBC Indonesia, Rabu (11/1/2023).

    Salah satu paradoksnya adalah saat valuasi mengalami penurunan secara global, di sisi lain value creation telah terjadi. Ini bisa dilihat dari sejumlah layanan yang dihasilkan startup masih ada dan menjadi lebih gampang diakses.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Tapi kita order makanan jadi gampang kan. Segala servicenya stay. Valuasi turun, value stay,” ungkapnya.

    Paradoks berikutnya adalah saat capital outflow tetapi kapabilitas sumber dayanya tetap ada. Willson mencontohkan hanya di Indonesia yang bisa mengelola traffic internet untuk 10 juta orang.

    Semua ini, Willson mengatakan dikarenakan talenta tanah air mengalami perkembangan. Jadi sumber daya manusia Indonesia tetap andal.

    “Cuma di Indonesia. Karena kapabilitas dari talenta kita berkembang. Walaupun kapital telah keluar, tapi kapabilitas tetap jago,” kata Willson.

    Terakhir adalah berkaitan dengan margin yang telah terkompresi. “Walaupun margin kurang, terkompresi. Market size sudah berkembang,” ujar Willson.

    Jadi dia mengungkapkan semua hal negatif, namun jika dilihat lebih jauh lagi yang terjadi adalah sebaliknya. “Seakan dalam keadaan negatif tapi sebenarnya dilihat lebih dalam melihat sangat positif. dari sisi kita sangat optimistis,” jelasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Di Ujung Tanduk, Startup Soonicorn Malah Ditinggal Bosnya

    (npb)


    Smart your life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.