Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Hanya BI, Bank Sentral Tetangga Juga Kejar Uang Digital
    Insight News

    Bukan Hanya BI, Bank Sentral Tetangga Juga Kejar Uang Digital

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa10 Agustus 2022Updated:10 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Bank sentral Australia mengatakan pihaknya meluncurkan program penelitian satu tahun yang khusus membahas mata uang digital bank sentral (CBDC) di Australia. Program tersebut akan fokus pada potensi manfaat ekonomi yang mungkin dibawanya.

    Reserve Bank of Australia (RBA) bermitra dengan Digital Finance Cooperative Research Center (DFCRC), sebuah kelompok industri yang didukung pemerintah, dalam program tersebut, demikian dikutip dari Rabu (10/8/2022).

    Proyek ini akan berusaha mengidentifikasi kasus penggunaan inovatif dan model bisnis yang dapat didukung oleh penerbitan CBDC. Selain itu, untuk lebih memahami beberapa pertimbangan teknologi, hukum, dan peraturannya.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ini akan melibatkan pengembangan percontohan CBDC skala terbatas yang akan beroperasi di lingkungan berpagar cincin dan melibatkan percontohan CBDC yang merupakan klaim pada RBA.

    Peserta industri yang tertarik akan diundang untuk mengembangkan kasus penggunaan khusus. Peserta akan ditunjukan bagaimana CBDC dapat digunakan untuk menyediakan layanan pembayaran dan penyelesaian yang inovatif dan bernilai tambah bagi rumah tangga dan bisnis.

    Uang digital Thailand

    Hal yang sama juga dilakukan oleh Bank Sentral Thailand. Mereka akan memulai studi percontohan CBDC.

    Bank sentral mengatakan dalam sebuah pengumuman bahwa menganggap perlu untuk memperluas ruang lingkup pengembangan CBDC ritel ke fase percontohan.

    Namun, mereka juga menegaskan kembali pendiriannya bahwa tidak memiliki rencana untuk mengeluarkan mata uang digital ritel, demikian dikutip dari Coin Desk.

    Deputi Gubernur Bank Thailand Vachira Arromdee, mencatat dalam rilisnya bahwa bank sentral di seluruh dunia melihat potensi CBDC ritel sebagai fondasi sistem keuangan masa depan.

    Program percontohan terbaru akan melengkapi proyek CBDC grosir sebelumnya dan studi bukti konsep untuk CBDC ritel yang dilakukan dengan bantuan dari perusahaan swasta.

    “Fase percontohan akan menguji aplikasi kehidupan nyata dari CBDC ritel dan akan dilakukan dengan dukungan dari sektor swasta. Ini akan membantu Bank of Thailand membentuk kebijakan terkait dan meningkatkan desain CBDC,” tulis pengumuman itu.

    Penelitian akan menilai efisiensi dan keamanan sistem dengan “melakukan aktivitas seperti uang tunai, membayar barang dan jasa dalam area terbatas dan skala sekitar 10.000 pengguna ritel yang dipilih oleh bank”.

    Jalur pertama ini diperkirakan akan dimulai pada akhir tahun 2022 dan berlangsung hingga pertengahan tahun 2023.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    ‘Kiamat’ Uang Kertas di Depan Mata, Ini Penggantinya

    (dem)


    Techno for life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.