Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Cuma Tambang, Indonesia Juga Butuh Hilirisasi Digital
    Insight News

    Bukan Cuma Tambang, Indonesia Juga Butuh Hilirisasi Digital

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa22 Desember 2022Updated:24 Desember 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) meluncurkan indeks masyarakat digital Indonesia. Ini menjadi salah satu tindak lanjut dari KTT G20 di Bali, khususnya di sektor transformasi digital.

    Pengukuran ini dilakukan di 514 kabupaten dan kota. Indeks ini terdiri atau diukur di dalam 4 pilar utama yakni instastruktur dan ekosistem, pilar keterampilan digital, pemberdayaan dan pilar pekerjaan.

    Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, mengatakan dari hasil penelitian yang dilakukan ada 2 hal temuan di Indonesia.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Pertama indeks masyarakat digital Indonesia itu disparitasnya tinggi, sangat tinggi di wilayah satu dan yg lain. Sehingga berikutnya tantangannya adalah bagaimana untuk lebih menseimbangkan agar indeks masyarakat digital Indonesia lebih merata,” kata Johnny saat Launching Indeks Masyarakat Digital Indonesia Tahun 2022, di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

    Lebih lanjut kata Johnny, dari empat pilar yang dilakukan penelitian, pilar pemberdayaan adalah yang paling rendah, sebab hilirisasinya juga rendah.

    “Maka tantangan kita adalah meningkatkan hilirisasi. Dan ini sejalan dengan pesan bahwa presiden yang selalu disampaikan, pada saat kita membangun infrastruktur digital harus diimbangi dengan hilirisasi pemberdayaannya baik pemanfaatan maupun penggunanya,” ujar dia menekankan.

    Pencapaian indeks masyarakat digital Indonesia sendiri mencapai 37,8 dari skala 1-100.

    Dari semuanya, yang paling tinggi di infrastruktur digital, karena itu sudah dibangun dengan besar-besaran, baik itu fiber optik, microwave link, maupun dengan Base Transceiver Station (BTS).

    Namun menurut Johnny, di satu sisi, pembangunan di hulu digital juga harus diimbangi dengan hilirisasi pemanfaatan dan pengembangan digital di Indonesia.

    “Kita akan terus melakukan penelitian terkait dengan indeks masyarakat digital Indonesia setiap tahun,” ungkapnya.

    “Dan ini menjadi rekomendasi kebijakan apa saja yang perlu kita tingkatkan, baik di dalam wilayah kabupaten itu sendiri. Dari empat pilar mana yang tinggi dan rendah itu perlu diseimbangkan.” pungkasnya.

    [Dexpert.co.id]


    Artikel Selanjutnya


    Sosialisasi Dinilai Tak Optimal, Aturan PSE Timbulkan Polemik

    (dem/dem)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.