Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Cuma Amerika, Robot Saja Susah ‘Dapat Kerja’
    Insight News

    Bukan Cuma Amerika, Robot Saja Susah ‘Dapat Kerja’

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Februari 2024Updated:14 Februari 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, CNBC Indonesia – Order robot di Amerika Serikat merosot untuk pertama kalinya dalam 5 tahun terakhir. Kecemasan atas ekonomi membuat pabrik di AS mengurangi pesanan robot.

    Sepanjang 2023, jumlah robot terjual hanya sekitar 31.159 unit. Jumlah tersebut merosot 30 persen dari tahun 2022, penurunan penjualan paling tajam sejak 2006.

    Penurunan terbesar terjadi di industri otomotif, yang merupakan setengah dari pasar robot di AS. Permintaan atas robot juga terasa di sektor manufaktur logam dan pangan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Presiden asosiasi produsen robot (Association for Advancing Automation), Jeff Burnstein menyatakan banyak pabrik memutuskan untuk menunda pembelian.

    “Saat ekonomi tidak baik, lebih mudah untuk menunda pembelian,” katanya seperti dikutip Reuters, Selasa (13/12/2024).

    Meskipun menunda pembelian robot, perusahaan-perusahaan tersebut masih tetap terus mengembangkan versi mesin yang lebih canggih.

    Startup robotik, Figure, bulan lalu mengumumkan kerja sama dengan BMW. Mereka mengembangkan robot menyerupai manusia untuk bekerja di pabrik BMW. Tesla juga mengembangkan robot serupa secara internal.

    Namun, mayoritas perusahaan produsen robot kesulitan menjual produknya di tengah perlambatan laju pertumbuhan ekonomi dan stok yang makin menumpuk selama pandemi Covid-19.

    Universal Robots, produsen robot asal Denmark, melaporkan penurunan pendapatan 7 persen pada 2023. “2023 diwarnai oleh situasi ekonomi dan bisnis yang sulit sehingga kebanyakan klien kami di berbagai sektor industri global merasakan perlambatan aktivitias,” kata Presiden Universal Robots Kim Povlsen.

    Penjualan robot melambung selama Covid-19 karena pabrik-pabrik di AS kesulitan merekrut tenaga kerja. Perusahaan-perusahaan tersebut juga “menumpuk” stok robot selama pandemi karena cemas dengan dampak gangguan rantai pasok terhadap ketersediaan robot.

    “Ada perasaan banyak perusahaan membeli walau mereka belum membutuhkan [pada 2022]. Kini mereka masih punya banyak stok sebelum membeli robot baru,” kata Burnstein.

    Joe Gemma, dari Wauseon Machine, merasa permintaan atas robot masih kuat. Pasalnya, AS masih kekurangan tenaga kerja.

    “Saya baru-baru ini berkunjung ke pabrik yang dalam keadaan normal mempekerjakan 600 orang, kini masih ada 140 posisi yang kosong. Ke mana saja saya pergi, ada tantangan tenaga kerja,” kata Gemma.


    Hitech for better life Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.