Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan Batuk! Ini Dia Gejala Tak Biasa Covid-19 Varian Omicron
    Insight News

    Bukan Batuk! Ini Dia Gejala Tak Biasa Covid-19 Varian Omicron

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa15 Februari 2022Updated:20 Februari 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pasien yang terinfeksi varian omicron menunjukkan gejala tidak biasa. Bahkan mereka menunjukkan gejala yang berbeda dari varian Covid-19 sebelumnya.

    Gejala seperti batuk atau kehilangan indera perasa dan penciuman (anosmia) ternyata tidak ditemukan pada penderita omicron.

    Menurut dokter di Afrika Selatan, pihak yang pertama kali melihat virus tersebut, omicron menunjukkan gejala yang ringan. Beberapa gejala yang dialami adalah kelelahan dan tenggorokan yang gatal.

    CEO Pfizer, Albert Bourla juga mengungkapkan hal yang sama. Namun penyebaran omicron disebutkan jauh lebih cepat dan punya banyak mutasi di masa depan.

    Laporan CNBC Internasional beberapa waktu lalu menambahkan jika informasi mengenai omicron masih bersifat awal. Jadi masih memerlukan banyak data yang dikumpulkan.

    Secara umum, gejala yang ditunjukkan omicron berbeda dengan Delta. Saat varian Delta menyebar, lebih banyak pasien yang menunjukkan gejala lebih berat.

    Saat Delta menyerang pertengahan tahun lalu, kebutuhan akan oksigen perawatan di rumah sakit juga melonjak tajam.

    Ini berbeda dengan yang terlihat pada omicron. Penelitian Medis Afrika Selatan dalam laporan mengatakan sejumlah rumah sakit di provinsi Gauteng melihat omicron menyebabkan gejala lebih ringan.

    Kebutuhan oksigen dan perawatan intensif pada mereka yang terinfeksi omicron juga tidak ada peningkatan di sana. Gauteng sendiri merupakan wilayah yang pertama kali mendeteksi keberadaan omicron.

    Menurut laporan tersebut, sebagian besar pasien adalah penerimaan Covid insidental. Yakni mereka sudah ada di rumah sakit dengan alasan medis lain atau bedah.

    Salah satu faktor penularan omicron adalah mengenai vaksinasi. Pasien yang dirawat akibat varian ini dilaporkan adalah mereka yang tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19.

    [Dexpert.co.id]

    (npb/npb)



    High Technology Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.