Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukan 2022, Bos Vaksin Pfizer Bocorkan Kapan Covid Berakhir
    Insight News

    Bukan 2022, Bos Vaksin Pfizer Bocorkan Kapan Covid Berakhir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa13 Maret 2022Updated:13 Maret 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Pandemi Covid-19 belum diprediksi belum akan berakhir di tahun 2022. Presiden Global Pfizer Vaccines, Nanette Cocero, memperkirakan pandemi baru akan selesai dua tahun lagi atau pada 2024 mendatang.

    Saat itu, dia mengatakan pandemi akan bergeser ke tahap endemi. “Kami percaya Covid-19 akan bertransisi ke keadaan endemi, berpotensi pada tahun 2024,” ungkapnya, dikutip CNBC Internasional.

    Endemi merupakan tahapan saat pandemi berakhir namun bukan berarti virus menghilang. Tahapan itu adalah saat penyakit menular terjadi di wilayah atau musim tertentu saja.

    Endemi bisa terjadi apabila kekebalan populasi masyarakat dunia sudah cukup terpenuhi dari vaksin. Selain itu juga berasal dari penularan virus, rawat inap, dan kematian yang terkendali.

    Peneliti Pfizer, Mikael Dolsten mengatakan prediksi pandemi berakhir terjadi apabila distribusi adil pada wilayah dengan tingkat vaksinasi yang masih rendah.

    “Kapan dan bagaimana tepatnya ini terjadi akan tergantung pada evolusi penyakit, seberapa efektif vaksin dan perawatan, serta distribusi vaksin yang adil ke tempat-tempat di mana tingkat vaksinasi rendah,” jelas Dolsten.

    Namun catatan lainnya, varian Covid-19 juga menjadi penentu dari pandemi. Dolsten juga menambahkan perubahan tahapan dari pandemi ke endemi akan berbeda waktunya di tiap wilayah.

    Sejak pandemi Covid-19 menyebar dua tahun lalu, sudah banyak varian yang hadir. Termasuk Delta yang menyebabkan kenaikan kasus cukup signifikan di dunia termasuk Indonesia pertengahan tahun lalu.

    Selain itu varian omicron juga teridentifikasi sejak November lalu. Indonesia diketahui penyebarannya cukup masif, bahkan membuat kasus harian juga kembali mengalami kenaikan beberapa waktu lalu.

    [Dexpert.co.id]

    (hsy/hsy)


    High Technology Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.