Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bukalapak E-Commerce atau Investor Startup?
    Insight News

    Bukalapak E-Commerce atau Investor Startup?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 April 2022Updated:29 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak melantai di bursa saham, PT Bukalapak Tbk. (BUKA), sudah beberapa kali mengumumkan investasi ke perusahaan teknologi baru. Mulai dari investasi skala jumbo ke Bank Allo hingga akuisisi perusahaan yang baru dirintis seperti PT Belajar Tumbuh Berbagi.

    Patungan investasi Bukalapak ke Bank Allo, yang dilakukan bersama unicorn lain yaitu Grab dan Carro, telah berbuah manis bagi Bukalapak. Berkat kenaikan harga saham Bank Allo (BBHI), Bukalapak bisa mencatatkan laba Rp14,55 triliun di laporan keuangan kuartal I/2022.

    Sepertinya, keberhasilan di Bank Allo dijadikan acuan oleh Bukalapak untuk meneruskan aktivitas investasi ke perusahaan-perusahaan lain ketika bisnis e-commerce dan rantai pasok FMCG-nya belum bisa jadi pencipta profit – termasuk dengan menanamkan modalnya lewat perusahaan modal ventura yang fokus mendanai startup teknologi.

    Di laporan keuangan terkininya, Bukalapak mencantumkan beberapa investasi jangka panjang di dana kelolaan (fund) milik perusahaan private equity (PE) dan venture capital (VC).

    Komitmen investasi paling besar Bukalapak adalah di Growtheum Capital. Berposisi sebagai limited partner (LP), yaitu investor pasif, Bukalapak berkomitmen untuk menyalurkan US$100 juta dalam 10 tahun ke depan, dan telah dua kali merealisasikan sebagian komitmen tersebut yaitu senilai US$16,94 juta pada 12 Januari 2022 dan US$3,68 juta pada 24 Maret 2022.

    Growtheum Capital adalah salah satu pemodal utama dalam penyertaan modal ke Bank Allo dan Allo Fresh, yang sebagian sahamnya dimiliki oleh CT Group. Di situs web perusahaan, Growtheum mencantumkan nama CEO Emtek Alvin Sariaatmadja, CEO Traveloka Ferry Unardi, dan Direktur Triputra Group Arif P. Rachmat jajaran penasihat.

    Selain itu, Bukalapak juga mendanai startup melalui Alpha JWC Ventures, modal ventura yang antara lain menjadi investor awal di Kopi Kenangan, Modalku, dan Tanihub. Alpha JWC juga terkenal sebagai investor startup yang didirikan anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, yaitu Mangkokku dan Goola.

    Sebagai LP, Bukalapak berkomitmen modal US$5 juta di Alpha JWC dan telah merealisasikan US$1,55 juta pada 31 Maret 2022.

    Satu nama yang masih misterius adalah Alpha Rocket Investment Ltd. Bukalapak berkomitmen menyediakan modal senilai US$6 juta lewat entitas investasi tersebut.

    Selain itu, Bukalapak juga tercantum sebagai salah satu investor di decentralized autonomous organization (DAO), ekosistem gim berbasis blockchain, YGGSea.

    [Dexpert.co.id]

    (dem/dem)


    High Technology Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.