Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Buat Badan Terasa Terbakar, Ini Lokasi Burung Beracun di RI
    Insight News

    Buat Badan Terasa Terbakar, Ini Lokasi Burung Beracun di RI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa28 April 2023Updated:28 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Dua spesies burung beracun ditemukan oleh peneliti saat melakukan ekspedisi ke area hutan di Papua.

    Dua burung yang dimaksud adalah Pitohui atau kerap disebut regent whistler (pachycephala schlegelii), serta jenis burung lonceng rufous-naped (Aleadryas rufinucha).

    Keduanya lumayan dikenal di berbagai belahan dunia lain. Hanya saja, di wilayah Papua, peneliti menemukan kandungan neurotoxin pada bulu kedua burung itu.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Neurotoxin merupakan racun yang bisa membuat mata manusia berair seperti ketika memotong bawang merah, dikutip dari iflscience, Jumat (28/4/2023).

    Adapun jenis neurotoxin yang terkandung dalam bulu kedua burung itu merupakan salah satu yang paling berbahaya. Jenisnya dinamai batrachoto.

    Menurut peneliti, racun pada 2 spesies itu bisa jadi berasal dari makanan yang mereka konsumsi di hutan. Ketika memakan daun beracun, 2 spesies burung ini tak sakit atau mati.

    Racun malah masuk ke jaringan bulu mereka dan menyatu. Pada tahap ekstrem, racun itu bisa menyebabkan kematian bagi manusia.

    Menurut penduduk lokal, memakan daging kedua burung tersebut akan membuat badan terasa seperti dibakar. Memegang burung pun akan menyebabkan efek panas.

    Hal ini menjadikan racun pada bulu 2 spesies burung ini bak ‘senjata’ yang melindungi mereka dari serangan predator.

    “Orang berpikir saya sedang sedih dan tertekan dalam ekspedisi karena melihat saya mengeluarkan air mata. Hidung saya juga berair,” kata peneliti dari Universitas Copenhagen, Kasun Bodawatta.

    “Padahal, saya hanya duduk sambil mengambil sampel burung Pitohui, burung paling beracun di planet.” ia menambahkan.



    Hitech for better life Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.