Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»BTS Jebol ‘Tembok China’, Belum Ada yang Bisa Sejak 2017
    Insight News

    BTS Jebol ‘Tembok China’, Belum Ada yang Bisa Sejak 2017

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Mei 2023Updated:28 Mei 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sejak 2017 lalu ketegangan antara China dan Korea Selatan mulai mulai mencuat, yang menyebabkan pasar K-pop susah menembus negara tersebut.

    Namun baru-baru ini, HYBE, agensi musik tempat grup K-pop BTS bernaung, berhasil menandatangani kontrak kerja sama dengan Tencent Music.

    Kerja sama ini bertujuan untuk mendistribusikan musik dari label HYBE ke platform raksasa teknologi China tersebut.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut laporan Seoul Economic Daily, warga China nantinya bisa mengakses musik produksi HYBE di beragam layanan Tencent Music Entertainment Group.

    Layanan yang dimaksud QQ Music, KuGou Music, KuWo Music, dan WeSing, dikutip dari Reuters, Kamis (25/5/2023).

    Pekan lalu, Tencent Music sudah lebih dulu mengumbar kerja sama dengan HYBE. Menurut perusahaan, kerja sama mendalam ini terkait hak cipta (copyright) dan promosi penyanyi.

    Diketahui, K-pop kini menjadi salah satu aliran musik terpopuler di dunia. Kemunculan grup di bawah agensi seperti HYBE, berhasil mendulang sukses besar bagi industri musik Korea Selatan selama beberapa tahun terakhir.

    Seperti yang diketahui selama ini pasar China dikenal sulit untuk turut mengikuti tren tersebut. Pasalnya, Beijing secara informal melarang konten-konten dari Korea Selatan.

    Ketegangan antara China dan Korea Selatan mencuat pada 2017 lalu. Kala itu, Korea Selatan memasang sistem rudal THAAD yang disokong Amerika Serikat.

    Tujuannya untuk menghalangi ancaman serangan misil dari Korea Utara. Menurut China, kekuatan radar THAAD bisa turut berdampak buruk pada Negeri Tirai Bambu.

    Sejak saat itu, China membatasi perdagangan komoditas dan hiburan dari Korea Selatan.



    Insight for you Mind your business
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.