Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Vaksin Pfizer Ungkap Kapan Covid-19 Selesai, Bukan 2022!
    Insight News

    Bos Vaksin Pfizer Ungkap Kapan Covid-19 Selesai, Bukan 2022!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa21 April 2022Updated:25 April 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Akhir pandemi Covid-19 masih jauh terlihat. Setidaknya menurut Presiden Global Pfizer Vaccines, Nanette Cocero itu tidak akan terjadi pada tahun 2022 ini.

    Dia mengatakan pandemi baru akan berakhir pada 2024 mendatang. Saat itu, pandemi telah bergeser ke tahapan endemi.

    Sebagai informasi, endemi adalah tahapan saat pandemi berakhir. Namun ini bukan berarti virus telah menghilang, melainkan penyakit hanya menular pada wilayah atau musim tertentu saja.

    “Kami percaya Covid-19 akan bertransisi ke keadaan endemi, berpotensi pada tahun 2024,” ungkapnya, dikutip CNBC Internasional, Kamis (21/4/2022).

    Tahapan endemi bisa terjadi saat kekebalan populasi masyarakat telah terpenuhi dari vaksin. Selain itu penularan virus, rawat inap, serta kematian juga telah terkendali.

    Bos peneliti Pfizer, Mikael Dolsten mencoba memprediksi akhir pandemi. Dia mengatakan bahwa akhir pandemi baru bisa terjadi jika distribusi vaksin telah adil pada wilayah dengan tingkat yang rendah.

    “Kapan dan bagaimana tepatnya ini terjadi akan tergantung pada evolusi penyakit, seberapa efektif vaksin dan perawatan, serta distribusi vaksin yang adil ke tempat-tempat di mana tingkat vaksinasi rendah,” jelas Dolsten.

    Vaksin juga memegang peranan penting pandemi, ungkapnya. Selain itu tahapan perubahan pandemi ke endemi akan berbeda waktu di tiap wilayah.

    Pandemi Covid-19 diketahui telah terjadi selama dua tahun terakhir. Sejak saat itu sudah banyak varian yang muncul bahkan menimbulkan lonjakan kasus harian termasuk di Indonesia.

    Misalnya aja Delta yang hadir pertengahan tahun lalu. Begitu juga Omicron, di Indonesia penyebarannya begitu masif dan membuat kenaikan jumlah kenaikan kasus harian.

    [Dexpert.co.id]

    (npb)


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.