Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Telkom soal Market Cap Rp 500 Triliun : Maunya Lebih!
    Insight News

    Bos Telkom soal Market Cap Rp 500 Triliun : Maunya Lebih!

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 April 2023Updated:7 April 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. telah melalui tahap pertama dari proses penggabungan IndiHome dan Telkomsel. Perseroan yakin transformasi bisnis tersebut mampu melambungkan kapitalisasi pasar perusahaan melampaui Rp 500 triliun.

    Target Telkom mencapai kapitalisasi pasar (market cap) Rp 500 triliun pertama kali diungkapkan oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo di DPR.

    Ambisi tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah. “Kita mau lebih dari itu,” katanya dalam wawancara dengan beberapa media, Kamis (6/4/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Ririek mencontohkan bisnis data center yang bakal menjadi salah satu fokus utama Telkom selain lini business to consumer (B2C) yang nantinya diserahkan sepenuhnya ke Telkomsel.

    Dia menyatakan pengali harga saham di industri telekomunikasi saat ini 5 hingga 6 kali (harga saham terhadap laba bersih). Faktor pengali bisnis data center bisa mencapai 25 kali.

    Meskipun begitu, Ririek memperkirakan lini B2C masih akan menyumbangkan 80% dari pendapatan Telkom dalam beberapa tahun ke depan.

    “Ada dua hal dari konsolidasi ini, pertama tentu Telkom terus bertumbuh. Bisnisnya, revenue, net income. Lalu kedua, market cap meningkat,” kata Ririek.

    Perjanjian Pemisahan Bersyarat (CSA) untuk mengintegrasikan Telkom dan IndiHome ditandatangani hari ini, Kamis (6/4/2023).

    Isi CSA adalah pengintegrasian Indihome, yang divaluasi senilai Rp 58,3 triliun ke dalam Telkomsel. Kemudian, Telkomsel akan menerbitkan saham baru bagi Telkom. Bersamaan dengan integrasi ini, Singtel sepakat untuk menggunakan haknya mengambil 0,5% saham baru di Telkomsel senilai Rp 2,7 triliun.

    Setelah penerbitan saham baru, saham Singtel di Telkomsel menjadi 30,1%. Saham Telkom di operator seluler terbesar di Indonesia tersebut naik menjadi 69,9%.

    Ririek mengatakan target selesainya seluruh proses legal penggabungan IndiHome dan Telkomsel adalah 1 Juli 2023. Perusahaan hasil penggabungan tersebut kemudian mulai beroperasi komersial pada 1 Agustus 2023.

    Setelah resmi bergabung, Telkom tidak hanya menikmati efisiensi signifikan dalam hal belanja modal dan biaya operasional. Perusahaan hasil penggabungan juga diharapkan menghasilkan pendapatan lebih besar dari kombinasi pendapatan IndiHome dan Telkomsel.

    “Jadi tidak hanya satu tambah satu sama dengan dua. Kami inginnya jadi 2,5,” katanya.

    Ririek menjelaskan bahwa tambahan pendapatan ini bakal dicapai lewat tiga cara yaitu cross selling, retensi pelanggan yang lebih kuat, dan peluang akuisisi pelanggan baru.



    Innovation Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.