Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Telkom Bicara Tantangan Digital RI, Ga Cuma Infrastruktur
    Insight News

    Bos Telkom Bicara Tantangan Digital RI, Ga Cuma Infrastruktur

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa6 September 2023Updated:6 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi persoalan unik dalam membangun konektivitas digital untuk seluruh populasi tanah air.  Selain itu, RI juga masih membutuhkan banyak talenta baru agar infrastruktur digital yang tersedia bisa dimanfaatkan dengan optimal.

    Direktur Bisnis Digital PT Telkom Indonesia Tbk. Fajrin Rasyid membeberkan tantangan yang dihadapi Telkom dalam membangun konektivitas digital di seluruh Indonesia.

    Ia menjelaskan bahwa tiap negara di area Indo-Pasifik memiliki tantangan yang unik, terutama Indonesia dan Filipina, sebagai negara kepulauan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Untuk membangun di area terpencil, contohnya Indonesia dan Filipina, adalah dua negara kepulauan terbesar di dunia. Ada tantangan dalam pembangunan infrastruktur fisik,” katanya dalam Asean-Indo-Pacific Forum 2023, Rabu (6/9/2023).

    Dua tantangan lain dalam pembangunan konektivitas di RI, jelas Fajrin, adalah permasalahan talenta dan perbedaan standar. Dia mengungkapkan bahwa infrastruktur digital yang sudah tersedia harus dikelola.

    Soal standar, ia menjelaskan bahwa tiap penyedia infrastruktur dan penggunanya harus terus berkolaborasi dan bermitra.

    “Teknologi ini terus berkembang dan kita harus terus beradaptasi dengan teknologi yang baru. Oleh karena itu, kita membutuhkan insinyur terbaik untuk mengelola infrastruktur ini,” kata Fajrin.

    Untuk mengatasi ketiga tantangan tersebut, Telkom telah menjalankan tiga inisiatif utama. Fajrin mengungkapkan bahwa Telkom kini telah membangun infrastruktur yang menghubungkan lebih dari 500 kota di seluruh Indonesia yang mencakup 99 persen populasi Indonesia.

    “Kami tentu ingin 100 persen. Karena itu, kami harus bekerja sama dengan semua pihak termasuk pemerintah untuk melayani mereka yang ada di area sangat terpencil,” katanya.

    Fajrin mengatakan Telkom juga sadar bahwa talenta digital dibutuhkan agar infrastruktur yang tersedia tidak sia-sia. Tidak hanya pelatihan talenta insinyur digital, BUMN tersebut juga menggenjot pelatihan untuk UMKM di seluruh Indonesia.

    “Potensi ekonomi digital ini hanya bisa digali jika UMKM diberikan keahlian yang mereka butuhkan untuk menggunakan teknologi yang tersedia. Contohnya, penjualan UMKM bisa lebih luas jika mereka bisa masuk ke ecommerce,” katanya.

    Terakhir, infrastruktur digital juga harus dilengkapi oleh layanan yang bisa digunakan oleh sebanyak mungkin orang. Fajrin memberikan contoh kolaborasi antara Telkom dan pemerintah dalam membangun aplikasi PeduliLindungi yang bermafaatkan untuk setiap warga RI.



    Artikel Selanjutnya


    Mantan Direktur Graha Telkom Sigma Tersangka Kasus Batu Split

    (dem/dem)


    Hitech for better life Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.