Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Teknologi Tak Peduli Manusia Nganggur Gegara AI
    Insight News

    Bos Teknologi Tak Peduli Manusia Nganggur Gegara AI

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Oktober 2023Updated:26 Oktober 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Investor modal ventura Marc Andreessen tak peduli tentang tanggapan orang yang menyatakan AI dapat mengambil alih pekerjaan manusia.

    Salah satu pendiri perusahaan investasi Silicon Valley Andreessen Horowitz itu dikenal karena membuat memo panjang yang isinya membela dunia teknologi, sektor yang membuat dirinya menjadi miliarder.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Terbaru, ia membuat manifesto berisi 5.000 kata tentang peradaban masa lalu, masa kini, dan masa depan yang dibangun berdasarkan inovasi.

    “Kami percaya pada romantisme teknologi, industri,” tulisnya, dikutip dari Insider, Kamis (26/10/2023).

    “Kereta api, mobil, lampu listrik, gedung pencakar langit, microchip, jaringan saraf, roket, atom yang terbelah,” ia mengumbar daftar inovasi teknologi yang mengubah dunia.

    Dalam memo tersebut, ia mengatakan perkembangan teknologi sangat baik bagi umat manusia, karena dapat meningkatkan kekayaan, kebahagiaan, dan menjamin keamanan.

    Ia bahkan mengatakan bahwa siapa saja yang menghalangi kemajuan AI dan teknologi terdepan lainya adalah musuh.

    “Kami yakin setiap perlambatan AI akan memakan banyak korban jiwa,” kata dia.

    Andreessen dan tokoh terkemuka Silicon Valley lainnya seperti presiden Y Combinator Garry Tan diam-diam menambahkan istilah e/acc ke profil media sosial mereka.

    Istilah ini mengacu pada “akselerasi efektif”, gagasan bahwa teknologi harus dikembangkan semaksimal dan secepat mungkin dengan batasan minimal atau tanpa hambatan. Dalam manifestonya, Andreessen menyebut hal tersebut sebagai optimisme teknologi.

    Konsep tersebut adalah kepercayaan baru di Silicon Valley saat ini, dan Andreessen adalah pengkhotbah utamanya.

    Misinya makin bersemangat dengan hadirnya ChatGPT dan aplikasi praktis berbasis kecerdasan buatan lainnya.

    “Orang yang optimis terhadap teknologi percaya bahwa pertumbuhan adalah kemajuan,” ujar Andreessen, seraya menambahkan bahwa pertumbuhan harus didorong oleh kemajuan teknologi tanpa hambatan.

    Seperti pengkhotbah, Andreessen membutuhkan musuh untuk ditentang, seperti para ahli etika, anggota parlemen, dan manusia biasa yang khawatir bahwa AI akan menggantikan pekerjaan, merusak iklim, atau memengaruhi pemilu dan mungkin menghancurkan dunia.

    Dalam manifestonya, ia memberikan peringatan soal bahaya terlalu banyak birokrasi yang berujung pada stagnansi.

    Masyarakat saat ini, klaimnya, telah menjadi sasaran kampanye demoralisasi massal selama enam dekade dengan berbagai kedok mulai dari risiko eksistensial, keberlanjutan, kapitalisme pemangku kepentingan, manajemen risiko, dan etika teknologi.

    Pendapat Andreessen tidak akan mengejutkan siapa pun yang mengetahui latar belakangnya. Investor tersebut mempunyai andil dalam membentuk perkembangan browser web pada tahun 1990an dengan Netscape, dan terus melakukan investasi yang menguntungkan bagi perusahaan teknologi seperti Instagram dan Google.



    Artikel Selanjutnya


    Google Tolak Diatur Pemerintah, Usul Bos ChatGPT Dibantah

    (fab/fab)


    Insight for you Techno for life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.