Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Smartfren Blak-blakan Tak Sabar Mau Merger Sama XL
    Insight News

    Bos Smartfren Blak-blakan Tak Sabar Mau Merger Sama XL

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa7 Maret 2024Updated:11 Maret 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Presiden Direktur PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) Merza Fachys berharap penggabungan usaha atau merger antara FREN dengan PT XL Axiata Tbk. (EXCL) dapat segera terjadi.

    Namun demikian ia mengatakan, hingga saat ini manajemen belum mengetahui sejauh apa proses diskusi yang tengah berlangsung terkait dengan merger tersebut.

    “Masih [dibahas] di tingkat pemegang saham. Kalau merger kan bukan kita manajemen [yang memutuskan], orang yang punya brand sama yang punya Axiata,” kata Merza saat ditemui usai Tech & Telco Summit 2024 yang digelar CNBC Indonesia, dikutip Kamis (7/3/2024).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Kami berharap mudah-mudahan terjadi, mudah-mudahan positif,” imbuhnya.

    Ia kemudian menyampaikan harapannya atas merger ini agar menjadi solusi yang terbaik untuk efisiensi kedua belah pihak. Efisiensi yang dimaksud datang dari segala sisi, salah satunya efisiensi operasional

    Merza menjelaskan apa keuntungan yang akan didapat jika Smartfren dan Xl Axiata benar akan merger. Pertama dari segi resources atau sumber daya, baik dari segi perangkat, sumber daya manusia, modal dan lain sebagainya.

    “Sekarang bayangkan saya kasih contoh misalnya hari ini, sebut saja jaringannya Telkomsel yang paling gede, misalnya bilang ‘udah Smartfren jaringannya matiin saja pelanggannya semua dilayani network Telkomsel’, itu masih mampu jaringan Telkomsel. Jadi dengan kata lain apa Smartfren yang kemarin investasi bertriliun-triliun itu sebetulnya kalau pakai jaringan Telkomsel sisa kapasitasnya masih cukup, itu contoh efisiensi ya,” jelas Merza.

    Demikian juga jika XL dan Smartfren merger, pasti akan ada aset-aset jaringan yang bisa dimanfaatkan bersama.

    Ia lalu kembali memberi contoh merger yang terjadi antara Indosat dan Tri. Menurut dia, ketika baca laporan keuangan operasional mereka ada angka yang termasuk dalam efisiensi.

    “Misalnya Indosat keluar duit 100, Tri keluar duit 50, bukan jadi 150 tapi tetap 100, itu efisiensi, orang demikian juga, spektrum jadi lebih lebar ketika bersatu,” kata Merza.

    “Apa manfaat spektrum lebar? Kualitas akan lebih bagus, karena dulunya pintunya segini sehingga orang berdesakan masuk sekarang jadi longgar jalan tolnya.” imbuhnya.

    Ketika kapan ditanya merger ini akan rampung, ia mengaku tak tahu dan tak bisa memberikan jawaban pasti kapan waktunya.

    “Loh ya saya nggak bisa ngomong waktu karena saya enggak ikut peristiwa itu. Tapi kalau boleh berharap ya secepat-cepatnya, ya itulah harapan lah, boleh dong berharap,” pungkasnya.



    Mind your business Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.