Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Shopee Janji Tak Ada PHK Lanjutan, Bulan Ini Terakhir
    Insight News

    Bos Shopee Janji Tak Ada PHK Lanjutan, Bulan Ini Terakhir

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa20 Maret 2023Updated:20 Maret 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Sea Group, Forrest Li, memastikan perusahaan telah melewati periode krisis. Baru-baru ini, Shopee yang merupakan salah satu anak usahanya, mengumumkan PHK gelombang ketiga pada awal Maret 2023.

    Dalam memo internal untuk para karyawan, Li mengindikasikan tak akan ada lagi PHK di masa mendatang.

    “Saya ingin memastikan ke kalian, perubahan skala besar telah selesai, dan kita tidak akan melihat perubahan lagi di masa depan,” kata dia, dikutip dari YahooFinance, Senin (20/3/2023).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Sebelum melakukan PHK terbaru, Sea Group mengumumkan profit Rp 6,5 miliar. Menurut Li, PR selanjutnya adalah mempertahankan pencapaian tersebut.

    “Dunia akan melihat apakah hasil kuartal ini hanya momentum sesaat atau awal dari tren jangka panjang,” ia menuturkan.

    “Tugas kita belum selesai,” ia menambahkan.

    Sea Group merupakan perusahaan internet terbesar di Asia Tenggara. Setelah mengalami masa sulit karena perubahan ekonomi global sepanjang 2022, kini Sea Group agaknya mulai bangkit.

    Perusahaan ini telah mengalami kerugian sebesar US$ 160 miliar dari segi market value. Banyak orang mempertanyakan prospek Sea Group untuk mengantongi pendapatan.

    Beberapa bulan terakhir, Sea Group akhirnya memutuskan PHK massal untuk ribuan pekerjaan. Di gelombang ketiga untuk Shopee Indonesia, perusahaan dilaporkan memangkas sekitar 500 karyawan.

    Selain itu, perusahaan tengan berhemat dengan memangkas biaya operasional. Hal ini untuk meyakinkan investor bahwa perusahaan mampu menghasilkan profit.

    “Sebagai perusahaan, ini adalah kali pertama kita mengalami krisis sebesar ini,” kata Li.

    “Kami telah mengambil langkah awal untuk menangani krisis ini. Meskipun berat, tetapi sekarang kita sudah ada di posisi yang lebih tangguh,” pungkasnya.


    Teknologi Informasi Tekonogi terkini
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.