Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Pengusaha Internet RI Takut Dihabisi Starlink, Kecewa Gegara Ini
    Insight News

    Bos Pengusaha Internet RI Takut Dihabisi Starlink, Kecewa Gegara Ini

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa1 Juni 2024Updated:1 Juni 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Muhammad Arif mengungkapkan ketakutannya menyusul masuknya Starlink ke Indonesia.

    Bukan tak beralasan.

    Layanan internet dengan basis satelit yang dimiliki oleh Elon Musk itu dikabarkan bisa langsung terhubung ke HP. Akibatnya, kata dia, bakal membabat habis semua ekosistem telekomunikasi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Starlink diketahui meluncurkan layanan terhubung langsung ke ponsel. Pengguna dapat menggunakan layanan bernama Direct-to-Cell untuk berkirim SMS, telepon, hingga berinternetan.

    Menurutnya, teknologi tersebut mungkin saja diimplementasikan. Tinggal frekuensi untuk bisa menjalankannya. Meski, belum ada alokasi frekuensi untuk Direct-to-Cell.

    Menurut Arif, hal itu ke pemerintah, apakah akan memberikan frekuensi untuk layanan tersebut atau tidak.

    “Balik lagi ke pemerintah mau membiarkan masuk ke kita atau enggak,” ungkapnya.

    Sebelumnya Elon Musk, pemilik Starlink, juga mengungkapkan soal kemampuan Direct-to-Cell. Layanan itu akan menyediakan konektivitas di seluruh Bumi dengan dukungan bandwidth 7 mb per beam atau pancaran sinyal.

    Namun dia memastikan layanan itu tak akan bersaing dengan layanan para operator terestrial yang telah tersedia sebelumnya.

    “Jadi walaupun ini adalah solusi luar biasa untuk lokasi tanpa konektivitas seluler, [Direct-to-Cell] tidak akan mampu bersaing dengan jaringan seluler terestrial yang sudah ada,” kata Musk.

    Dapat Proyek Pemerintah

    Tak hanya teknologi Direct-to-Cell. APJII juga mempertanyakan keistimewaan Starlink yang langsung dapat proyek pengadaan layanan internet untuk daerah terpencil.

    Sebab, proyek penyediaan internet di wilayah 3T tersebut didanai oleh dana universal service obligation (USO) yang berasal dari kontribusi perusahaan lokal. Karena itu lah pengusaha internet lokal kebingungan ketika proyek penyediaan jaringan internet di wilayah 3T justru diberikan kepada Starlink yang baru beroperasi.

    Menurut Arif, semua perusahaan penyedia jaringan internet menyisihkan 1,25 persen dari pendapatan kotor mereka untuk USO. Nilai kontribusi tersebut mencapai Rp3 triliun per tahun.

    “Starlink baru bulan April-Mei datang, langsung dikasih proyek. Enggak make sense itu kan?” tukasnya.

    Arif menegaskan, perusahaan lokal mendukung penuh program USO pemerintah, termasuk kewajiban kontribusi 1,25 persen.

    Namun, dia menyarankan agar proyek 3T diserahkan kepada perusahaan lokal yang sudah lama beroperasi di Indonesia dan berkontribusi terhadap USO.

    “Cuma di kita sudah menyumbang daerah 3T. Malah langsung, yang baru satu bulan langsung dikasih, ya kita kan kecewa juga,” pungkasnya.




    Hitech for better life Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.