Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Muda Kuasai Alibaba, CEO Baru Kasih Batas Usia
    Insight News

    Bos Muda Kuasai Alibaba, CEO Baru Kasih Batas Usia

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa12 September 2023Updated:12 September 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO baru Alibaba Group, Eddie Wu mengungkapkan strategi baru perusahaan di bawah kepemimpinannya. Salah satunya adalah mengutamakan pegawai muda sebagai pemimpin.

    Wu resmi menjadi CEO Alibaba Group pada akhir pekan lalu. Dalam memo internal yang dikutip oleh Reuters, ia membeberkan arah baru perusahaan kepada para pegawai.

    Salah satu janji Wu adalah mengutamakan pegawai usia muda. Ia menjanjikan peluang promosi yang lebih besar kepada karyawan mudah, terutama yang lahir setelah 1985. Para pegawai muda, akan membentuk tim manajemen bisnis inti di Alibaba Group dalam 4 tahun ke depan.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Komitmen ini, jelasnya, membuat Alibaba bisa terus mempertahankan “cara pikir startup” dan mencegah perusahaan “mentok dengan cara lama.”

    Dalam memo tersebut, Wu juga menyatakan bahwa fokus baru perusahaan yang didirikan oleh Jack Ma tersebut adalah “pengguna” dan “kecerdasan buatan.”

    Wu sebelumnya terkenal sebagai tangan kanan Jack Ma. Ia bakal memimpin restrukturisasi besar-besaran di Alibaba yang sudah 24 tahun berdiri.

    Selain memimpin grup, Wu juga akan menempati posisi CEO di bisnis komputasi awan Alibaba.

    Sebelumnya, Alibaba padahal mengumumkan bahwa bisnis cloud perusahaan bakal diserahkan ke Daniel Zhang, yang posisinya sebagai CEO group digantikan oleh Wu. 

    Harga saham Alibaba jatuh setelah pengumuman mundurnya Zhang dari posisi CEO bisnis cloud Alibaba. Zhang tadinya diperkirakan akan memimpin perusahaan cloud Alibaba hingga realisasi rencana IPO pada Mei 2024.

    Menurut Reuters, The Cloud Intelligence Group milik Alibaba adalah salah satu dari lima unit bisnis Alibaba yang akan dilepas sebagai perusahaan yang mandiri. Unit bisnis ini ditaksir bernilai US$ 41 miliar hingga US$ 60 miliar.

    Unit bisnis Alibaba adalah sumber pendapatan terbesar perusahaan setelah bisnis ecommerce domestik di China. Perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan (AI), Tongyi Qianwen, termasuk di dalam unit bisnis tersebut. 

    “Dalam satu dekade ke depan, perubahan paling signifikan adalah disrupsi oleh AI di semua sektor,” kata Wu dalam memo internal ke pegawai yang dikutip Reuters. “Jika kita tidak mengikuti perubahan di era AI, kita akan tergusur.”

    Alibaba kini tengah menghadapi dua tantangan bisnis utama yaitu kompetisi yang makin ketat dan perlambatan pertumbuhan ekonomi China.

    Perlambatan pertumbuhan ekonomi China mendorong konsumen China ke platform yang lebih murah seperti Pinduoduo dan Douyin, aplikasi serupa TikTok untuk pasar China. Dampaknya, Alibaba juga harus mengalihkan fokus ke segmen produk harga terjangkau.



    Artikel Selanjutnya


    Bos Alibaba: ‘Jack Ma Masih Hidup’

    (dem/dem)


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.