Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Grab Bicara Nasib Grabfood Saat Pandemi Reda, Ada Apa?
    Insight News

    Bos Grab Bicara Nasib Grabfood Saat Pandemi Reda, Ada Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa26 Agustus 2022Updated:26 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Grab Holdings Ltd Singapura memangkas proyeksi gross merchandise volume (GMV) untuk tahun ini. Alasannya dolar yang kian perkasa dan penurunan permintaan untuk layanan pengiriman makanan (Grabfood) karena konsumen kembali makan di luar (dine-in).

    Saham Grab yang terdaftar di AS turun 16% pada awal perdagangan.

    Grab dan startup ride-hailing lainnya mencatat lonjakan pendapatan selama pandemi karena lockdown membuat konsumen memesan makanan (Grabfood) dari rumah. Tetapi karena belakangan pelonggarab pembatasan mulai berkurang di sebagian besar Asia Tenggara, konsumen banyak yang kembali makan langsung di restoran.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Apa yang kami lihat dengan beberapa tren pertumbuhan dan perilaku konsumen makan di restoran (dine-in) telah terjadi,” kata Chief Executive Officer Anthony Tan kepada para analis, dikutip dari Reuters, Jumat (26/8/2022).

    “Pelanggan ingin menghemat uang, mereka mungkin sebenarnya menunjukkan preferensi untuk memesan bahan makanan untuk dimasak sendiri.” Tan menambahkan.

    Ia pun mengindikasikan bahwa Grab dapat mengambil keuntungan dari bisnis pengiriman bahan makanannya.

    Perusahaan yang beroperasi di 480 kota di delapan negara di Asia Tenggara, menaikkan batas bawah perkiraan pendapatannya untuk tahun ini. Mereka juga mengatakan berfokus pada profitabilitas karena permintaan rideshare di seluruh puncak Asia Tenggara.

    Tan mengatakan perusahaan sekarang berencana untuk fokus meluncurkan produk baru yang akan membantu pada pelanggan setia dan menurunkan biaya melayani pengguna.

    Dia juga mengharapkan bisnis rideshare untuk pulih ketika ekonomi dibuka kembali.

    Untuk memangkas biaya, Grab mengatakan akan membatalkan insentif dan promosi, keluar dari bisnis yang tidak menguntungkan seperti “dark stores” di beberapa negara, dan memperlambat perekrutan.

    Perusahaan memperkirakan pendapatan antara US$ 1,25 miliar dan US$ 1,3 miliar untuk tahun ini, dibandingkan dengan kisaran sebelumnya yang ada di angka US$ 1,2 miliar dan $ US1,3 miliar.

    Grab memperkirakan pertumbuhan GMV antara 21% dan 25% untuk tahun ini. Pada basis mata uang konstan, GMV diharapkan tumbuh antara 25% dan 29%, dibandingkan dengan kisaran sebelumnya 30% dan 35%.


    Artikel Selanjutnya


    Teka-teki Strategi Promo Grab, Besar Ojek atau Pesan Antar?

    (roy/roy)


    Mind your business Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.