Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Google Blak-Blakan Bayar Apple Rp 156 T, Buat Apa?
    Insight News

    Bos Google Blak-Blakan Bayar Apple Rp 156 T, Buat Apa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa16 November 2023Updated:17 November 2023Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Alphabet Sundar Pichai terang-terangan mengatakan Google membayar Apple sebesar 36% dari pendapatan layanan pencari tersebut di browser Safari.

    Kedua raksasa tersebut memiliki kesepakatan untuk mempertahankan Google sebagai mesin pencari default di Safari. Hal ini yang menjadi cikal-bakal Google mendapat gugatan dari Departemen Kehakiman AS (DOJ).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Pichai bersaksi dalam gugatan terpisah yang diajukan Epic Games, pembuat game populer Fortnite, ke Google.

    Seorang saksi ahli bersaksi untuk membela Google di persidangan Washington DC. Dalam kesaksian itu, ahli tersebut mengungkap angka 36% yang dibayarkan Google ke Apple secara tak sengaja.

    Pengacara Epic lalu mengonfirmasi kebenarannya ke Pichai. “Kesaksian itu benar,” kata Pichai, dikutip dari CNBC International, Kamis (16/11/2023).

    Pengacara Epic lalu menuduh Google membayar Samsung kurang dari setengah dari jumlah yang dibayarkan ke Apple. Untuk hal ini, Pichai mengaku tak tahu angka pastinya, tetapi bisa saja benar.

    Google menghabiskan lebih dari US$ 49 miliar (Rp 764 triliun) untuk anggara akusisi trafik (TAC) sepanjang 2022. Anggaran itu untuk membayar perusahaan seperti Apple dan Samsung, dalam rangka menjadikan mesin pencari Google sebagai layanan default.

    Pengacara Epic lalu menekan Pichai untuk mengungkap berangka angka pasti yang diberikan ke Apple. Mulanya Pichai menjawab lebih dari US$ 10 miliar (Rp 156 triliun).

    Namun, pengacara tersebut menolak pernyataan itu dan berpendapat bahwa angka tersebut sebenarnya adalah $18 miliar (Rp 280 triliun).

    Alphabet sedang dirundung kasus bertubi-tubi. Saat ini, ada dua gugatan yang dilayangkan DOJ di Virginia dan Washington DC terkait strategi monopoli Google.

    Di saat bersamaan, Alphabet juga digugat oleh Epic Games karena dinilai sengaja melakukan monopoli secara ilegal melalui toko aplikasi Google Play Store. Epic juga menggugat Apple, tetapi kalah pada persidangan April lalu.

    Google, Samsung, dan Apple, tak berkomentar soal kesaksian terbaru Picahi.


    Artikel Selanjutnya


    Masa Depan Google di Ujung Tanduk, Apple Protes Soal Ini

    (fab/fab)


    Insight for you Smart your life
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.