Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Fintech Ungkap Alasan TaniFund Ambruk Kasih Kredit ke Petani
    Insight News

    Bos Fintech Ungkap Alasan TaniFund Ambruk Kasih Kredit ke Petani

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa17 Mei 2024Updated:17 Mei 2024Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Jakarta, Dexpert.co.id – Izin usaha fintech TaniFund dicabut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-19/D.06/2024 3 Mei 2024.

    Meski demikian, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik Djafar menilai pasar untuk agritech di Indonesia masih sangat besar dan luas. Mengingat kebutuhan akan kredit bagi para petani juga masih tinggi.

    Dengan catatan, perusahaan fintech di bidang agritech mampu menerapkan beberapa hal, seperti manajemen risiko kredit, kontrol risiko dan skoring kredit yang baik dan mengikuti aturan OJK. Maka kejadian pencabutan izin usaha yang dialami TaniFund tidak akan terjadi.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    “Sepanjang credit risk management, risk control, credit scoring, dijalankan dengan benar dan mengikuti aturan OJK, dan mengikuti credit base fundamental saya rasa tidak ada masalah dari sektor bisnis ini,” kata Enjtik dalam segmen Profit di CNBC Indonesia.

    “Tapi dari hasil pemeriksaaan [TaniFund] OJK banyak diperoleh penyimpangan,” imbuhnya.

    Namun menurutnya meski luas, sektor bisnis agritech ini unik. Karena para petani yang menjadi target utamanya, banyak yang masih unbanked people atau orang yang belum tersentuh layanan perbankan. Sehingga edukasi dan pendampingan tentu sangat dibutuhkan.

    “Jadi pendampingan edukasi dan credit risk dilakukan, saya rasa menurut saya ini tidak terjadi,” ujarnya.

    Ia mengatakan, seharusnya di dalam pemberian kredit dalam bidang agritech, penyelenggara harus bekerja sama dengan ekosistem.

    “Contoh misalnya, petani itu jangan dikasih duit. Karena kalau dikasih duit pasti banyak kebutuhan yang lain yang akhirnya menjadi penyimpangan di dalam kredit itu sendiri.” pungkasnya.


    High Technology Innovation
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.