Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos Binance Paling Alergi Disebut Perusahaan China, Kenapa?
    Insight News

    Bos Binance Paling Alergi Disebut Perusahaan China, Kenapa?

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa5 September 2022Updated:5 September 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – CEO Binance, Changpeng Zhao membantah perusahaannya terkait dengan China. Bantahan ini datang setelah pertengkaran di Twitter dengan mantan jurnalis Washington Post beberapa waktu lalu.

    Saat itu dipertanyakan mengenai sosok warga negara China Guangying Chen, yang diakui Zhao sebagai teman pribadinya. Chen merupakan pemilik dari Bijie Tech, perusahaan yang didirikan bersama Zhao pada 2015. Chen disebut-sebut juga punya saham di Binance.

    Namun, menurut pengakuan Zhao, Chen merupakan koleganya yang dikenal lewat seorang teman, yang dipekerjakan untuk mengelola back office di Bijie Tech sebelum memperkerjakannya di Binance.


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Menurut situs seperti Scam Binance, Chen memiliki 93% saham di Biji Tech dan Binance. Zhao hanya mengatakan itu berasal “isu lama yang ditiupkan pesaing lewat situs mikro anonim”.

    “Akibatnya dia dan keluarganya menjadi sasaran dan dilecehkan oleh media dan troll online. Seandainya saya tahu seberapa besar dampak negatif ini pada hidupnya, saya tidak akan pernah memintanya melakukan apa yang nampak seperti langkah tidak berbahaya pada saat itu,” jelasnya, dikutip dari Coin Telegraph, Senin (5/9/2022).

    Selain itu dia juga membantah keras perusahaannya memiliki hubungan dekat dengan China dan pemerintahnya. Bahkan, menurutnya bisnisnya sering bermasalah dengan otoritas China.

    Zhao pindah dari China ke Kanada pada usia 12 tahun dan kembali pada 2015 untuk membangun perusahaan. Namun, perusahaannya ditutup oleh pemerintah setempat.

    “Dua tahun sebelum Binance, saya memulai sebuah perusahaan bernama Biji Tech, menyediakan platform pertukaran sebagai layanan ke bursa lain. Kami mendapatkan 30 klien dan bisnisnya bagus,” kata Zhao.

    “Sayangnya pada Maret 2017, pemerintah China menutup semua pertukaran tersebut. Semua klien kami bangkrut”.

    Binance kini memiliki anak usaha di berbagai negara termasuk Prancis, Spanyol, Italia, Uni Emirat Arab, dan Bahrain. “Namun, kami tidak punya entitas di China, dan tidak berencana untuk mendirikan,” kata Zhao.

    Sampai saat ini, Binance tidak bersedia mengungkap domisili perusahaan induk mereka. Namun, Zhao yang kerap menggunakan inisial CZ sebagai nama panggilan, kini menetap di Dubai, Uni Emirat Arab.


    Artikel Selanjutnya


    Terungkap! Binance Bakal Bantu Elon Musk Caplok Twitter


    Innovation Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.