Close Menu
Dexpert
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    • Jasa Website
    • Referensi
    • Cek Palgiarism
    • Update Konten
    • Blog
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Dexpert
    Home»Insight News»Bos BI Bicara Beda Rupiah Digital dengan Uang Kertas
    Insight News

    Bos BI Bicara Beda Rupiah Digital dengan Uang Kertas

    Ardhian ValqaBy Ardhian Valqa25 Agustus 2022Updated:25 Agustus 2022Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Jakarta, Dexpert.co.id – Kehadiran uang digital Indonesia bernama Rupiah Digital akan memberikan perbedaan cukup signifikan dengan uang kertas sebelumnya. Salah satunya dari bentuknya yang berdasarkan teknologi.

    Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan pihaknya sedang mengembangkan Khasanah Rupiah Digital. Persis seperti yang dilakukan pada uang kertas, namun dalam platform teknologi.

    “Persis seperti apa yang kita lakukan dengan uang kertas dalam uang itu. Ini dalam bentuk digital kami mengembangkan Rupiah digital,” kata Perry dalam acara Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking ke-16, dikutip dari YouTube Bank Indonesia, Kamis (25/8/2022).


    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO RESUME CONTENT

    Penggunaannya pun cukup berbeda. Jika uang kertas hanya bisa ditukar saat proses secara fisik, Perry menyebutkan beberapa kasus penggunaan termasuk dalam dunia digital Metaverse.

    Distribusi uang digital ini juga berbeda dengan sebelumnya. Rupiah dalam bentuk fisik disebarkan termasuk langsung ke masyarakat.

    Sementara itu Rupiah Digital, Bank Indonesia akan menggunakan lembaga sistem pembayaran termasuk bank. Bank Indonesia akan memiliki lembaga yang akan diamanatkan mendistribusikan uang tersebut.

    “Untuk digital rupiah, kita distribusikannya ke wholesale, bank dan sistem pembayaran digital,” ungkap Perry.

    Nantinya masyarakat akan memiliki dua akun bank yakni akun biasa dan digital. Dengan akun digital, masyarakat bisa membelanjakan uang tersebut melalui salah satunya di Metaverse.

    Atas hal itu, Perry menekankan pentingnya infrastruktur pembayaran saat ini untuk bisa menjalankan program tersebut. Untungnya, dia menambahkan Indonesia telah membangun infrastruktur pembayaran digital mulai dari QRIS hingga BI Fast.

    “Dan syukurlah, jadi kami sudah membangun infrastruktur itu sejak 2019. QRIS, BI Fast,” kata dia.


    Artikel Selanjutnya


    BI Mau Uang Digital Rupiah Diterima Warga RI? Ini Saran IMF

    (npb/roy)


    High Technology Teknologi Informasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Ardhian Valqa

    Related Posts

    Ramai-Ramai Perusahaan Getol Pakai AI, Tak Peduli Anggarannya Meledak

    25 Januari 2025

    Kejadian Langka Parade Planet, 2 Zodiak Ini Mohon Waspada

    25 Januari 2025

    Kanguru Raksasa Punah Bikin Penasaran, Begini Temuan Terbaru Para Ahli

    25 Januari 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Tim Kerja
    • Kontak
    • S & K
    • Privasi
    © 2026 - Dexpert, inc.

    PT Dexpert Corp Indonesia

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.